Usai Ketemu Mantan Pacar Mahasiswa PGRI Tewas

MEDIA GROUP, KUPANG – Salah seorang mahasiswa semester akhir pada Universitas PGRI Kupang, David Nimrot Elias (25), ditemukan tewas dikamar kosnya di Jalan. Kusambi II, RT. 24, RW. 29, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Selasa 10 februari 2015). Sebelum ditemukan tewas, korban masih sempat bertemu dengan mantan pacarnya yang juga mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris pada Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.

Mayat

 

Salah satu keluarga korban, Ansel Kase, kepada wartawan menuturkan, sekitar pukul 06. 00 wita korban berpamitan untuk pergi ke kos kawannya dan kembali ke kos sekitar pukul 12. 00 wita dalam keadaan sehat.

Setelah tiba di kos, lanjut Ansel, dirinya menyarankan korban untuk makan malam, namun korban mengatakan sudah makan bersama Ancy, mantan pacarnya di sebuah warung makan di wilayah Oesapa.

“Selama ini David tidak pernah mengeluh sakit. Tadi malam dia pulang sudah tengah malam. Suruh makan juga dia bilang sudah makan bersama mantan pacarnya di warung makan,” ungkapnya.

Lanjutnya, sebelum tidur korban bersama dirinya dan beberapa teman kos masih duduk sambil berceritra hingga pukul 02. 00 wita. Bahkan, dirinya sempat menyarankan ke korban untuk menghindar dari mantan pacar korban karena mantan pacarnya tersebut sudah memiliki pacar baru.

Sekitar pukul 02. 00 wita, dirinya bersama korban serta beberapa teman kos tersebut berpamitan untuk tidur karena sudah larut malam. Tetapi, dirinya mengaku kaget ketika hendak membangunkan korban, dirinya menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa dengan busa penuh keluar dari mulut korban. Melihat korban sudah tidak bernyawa, dirinya memanggil teman kos lainnya dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Kami duduk cerita sampa jam 02. 00. Tetapi saya kaget ketika saya pegang tangannya untuk bangunkan dia, korban sudah mati dan busa banyak keluar dari mulutnya,” katanya.

Sementara itu, pacar korban, Venisila, mahasiswi yang berdomisili di jalan. Thamrin, RT. 37, RW 12, mengatakan, selama ini korban tidak pernah mengeluh sakit. Bahkan kemarin saat bertemu korban, korban dalam keadaan sehat. “Kemarin saya dengan korban masih bertemu dan dia tidak pernah mengeluh sakit,” ucapnya.

Pantauan wartawan, puluhan aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota, memasang Police Line di depan kamar kos korban dan melakukan identifikasi terhadap jasad korban dan hendak membawa jasad korban ke Rumah Sakit untuk di outopsi namun, pihak keluarga korban menolaknya. Karena keluarga korban menolak untuk dioutopsi, aparat kepolisianpun akhirnya menyerahkan jasad korban ke keluarga untuk dimakamkan. (*amar/sari)