Valentine’s Day, Komunitas Sehati Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

MEDIA GROUP : Zonalinenews-Kupang,- Dalam rangka merayakan hari kasih sayang (valentine’s day-red), maka Komunitas Sehati, yang terdiri dari para penyandang Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquire Immune Deficiency Syndrome (AIDS) menggelar aksi pembagian brosur kepada masyarakat Kota Kupang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS, menyadarkan masyarakat agar terhindar dari pergaulan bebas (free sex) yang dapat menimbulkan HIV/AIDS.

POSE BERSAMA: Anggota Komunitas Sehati tengah berpose bersama dengan Petugas Lantas, Polres Kupang Kota usai pembagian brosur di Pos Polisi, El Tari Kupang, Sabtu (14/2) lalu.B (Refael Molina/MG)

POSE BERSAMA: Anggota Komunitas Sehati tengah berpose bersama dengan Petugas Lantas, Polres Kupang Kota usai pembagian brosur di Pos Polisi, El Tari Kupang, Sabtu (14/2) lalu.B (Refael Molina/MG)

Serta, masyarakat bisa menerima kehadiran orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan orang yang hidup dengan HIV/AIDS (OHIDA) dilingkungan masyarakat. Penegasan ini disampaikan Ketua Panitia Kegiatan Komunitas Sehati, Dorlince Uly, disela-sela kegiatan, Sabtu (14/2) lalu tepatnya di Pos Bundaran Pos Polisi, Jalan El Tari, Kupang.

DSC03415

Dijelaskan Uly, valentine’s day merupakan momentum terbaik untuk melakukan aksi. Pasalnya, banyak masyarakat khususnya kaula muda yang salah dalam merayakan valentine’s day. Apalagi menjurus kepada adanya pergaulan bebas (free sex, red) yang bisa mengakibatkan munculnya HIV. “Ini adalah momentum terbaik untuk melakukan kegiatan ini, karena banyak orang merayakan valentine’s day yang salah,” ujarnya.

Menyoal banyak ODHA/OHIDA yang sering mendapat perlakuan diskriminatif, Penasehat Komunitas Sehati ini pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendiskriminasi ODHA/OHIDA. Pasalnya, kata dia, mereka pun memiliki kesamaan derajat dan martabat seperti orang lain.

Butuh Dukungan Pemerintah

Dikatakanny, Komunitas Sehatai baru berdiri sejak tanggal 14 Januari 2015 lalu, beranggotakan 25 orang, dimana ODHA sebanyak 15 orang dan OHIDA 10 orang. Kendati baru berumur jagung, Uly optimis, komunitas tersebut akan tetap eksis dan memiliki semangat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang HIV/AIDS. “Komunitas kami baru didirikan sebulan yang lalu tepatanya pada tanggal 14 Februari 2015. Namun, kami memiliki semangat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar masyarakat bisa memahami bahaya HIV/AIDS,” katanya.

Oleh karenanya, dirinya pun meminta agar kedepan komunitas tersebut bisa didukung oleh pemerintah, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur, maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. “Tentu kami sangat mengharapkan dukungan pemerintah, baik Pemprov NTT maupun Pemkot Kupang,” pintanya.

Hal senada disampaikan Salah Satu Perintis Komunitas Sehati, Martha Adam. Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan, karena banyak masyarakat yang belum mengetahui HIV/AIDS. Oleh karenanya, kegiatan tersebut perlu dilakukan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.

“Kegiatan hari ini merupakan gebrakan berbeda, karena ditengah momentum valentine’s day, kami berusaha melakukan hal berbeda. Kami melakukan aksi ini guna mensosialisasikan kepada masyarakat agar lebih mengetahui HIV/AIDS. Karena, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya HIV/AIDS” ujarnya. Dirinya sangat berterima kasih, karena kegiatan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik.”Ada dukungan dari Yayasan Flobamora, KDS Malole dan Sat Lantas Kota Kupang, sehingga kegiatan hari ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.

Pantauan Media Group, para anggota Komunitas Sehati tak hanya membagikan brosur, namun membagikan permen, pita dan bunga valentine’s day kepada masyarakat. Kegiatan ini pun mendapat antusiasme dari masyarakat Kota Kupang, khusnya para pengendara baik roda dua maupun empat. (*K2)