11 Orang Jamaah tabligh Yang Diduga Isis di Tahan Polres Rote Ndao Akhirnya dibebaskan

ZONALINENEWS – KUPANG, 11 orang jama’ah tablik yang diduga sebagai anggota Isis oleh warga Kabupaten Rote Ndao dan sempat ditahan beberapa hari oleh Polres Rote Ndao, Sabu 28 Maret 2015 pukul 15.46 wita tiba di Pelabuhan Fery Bolok Kabupaten Kupang mengunakan KMP Ranaka. 11 orang jemaat tablik tersebut 10 adalah Warga Negara Indonesia yang dan satunya adalah Warga Negara Malasya.

11  jamaah tablig yang sempat ditahan Polres Rote Ndao  akhirnya tiba di Alak Kupang

11 jamaah tablig yang sempat ditahan Polres Rote Ndao akhirnya tiba di Alak Kupang

jamaah tabligh ini berasal dari pondok pesantren Temboro Kabupaten Magelang Jawa Timur yang ingin melakukan kegiatan dakwah yang dilakukan dengan cara siratuhrahmi dari rumah ke rumah sesama umat muslim yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Hal ini disampaikan Kordinator jama’ah Tablik Kota Kupang Candra di Masjid Al – Iklas Alak Kecamatan Alak Kota Kupang usai menjemput ke 11 jema’ah tablik tersebut dari Pelabuhan Fery Bolok, Rabu 28 Maret 2015 pukul 17.00 wita.

Dikatakan, direncanakan jama’ah tablik tersebut ingin melakukan kegiatan dakwanya di Kabupaten Rote Ndao selama 40, dan rencana balik ke Jawa Timur mengunakan pesawat pada 6 April 2015 mendatang.

Menurutnya, kegiatan dakwa yang dilakukan jama’ah tablik ini hanya masuk dari rumah ke rumah milik sodara yang beragama muslim untuk agar bisa menjalankan ibadah sholat lima waktu harus berjama’ah dimasjid jangan dirumah masing – masing. Selain sholat lima waktu harus bejama’ah dimasjid kita juga mengajarkan umat muslim untuk selalu membaca Al Qur’an, dan bagi yang belum bisa membaca Al Qur’an  maka kita wajib mengajarnya untuk hingga bisa membaca Al Qur’an. “Dakwa silaturahmi saling mengingatkan sesama saudara umat muslim, merupakan bentuk kasih sayang kita agar sodara – sodara kita umat muslim semua bisa selamat untuk dunia dan akhirat, “katanya.

Dijelaskan, semua jamaah tabligh ini mempunyai surat – surat perjalanan yang sangat lengkap. “Saya pengurus surat – surat ijin perjalanan para jema’ah tablik ini di Polda NTT, maka dari itu jama’ah ini sangat jelas surat – suratnya, dan jama’ah tablik ini bukan Isis seperti yang yang di curigai masyarakat Rote Ndao. Memang kami berpaikian sama tetapi misi kami sangat berbeda, “jelasnya.

Sementara itu seorang anggota jamaah tabligh Muhammad khosim menambahkan, selama 22 hari melakukan dakwa di Kabupaten Rote Ndao, pihaknya menjalankan aktifitas , seperti biasa dari rumah ke rumah untuk mengajak saudara – saudara kita yang beragama muslim untuk sholat dan menbaca Al Qur’an bersama dimasjid. kegiatan ini tidak meresahkan warga, dan kemungkin saja masyarakat Rote Ndao merasa resah karena kita orang asing dan pakian kita yang sama seperti Isis.

“Pakian kita boleh sama tetapi niat dan misi kita dan Isis sangat berbeda. Kami dalam kegiatan ini yang biasanya kami menginap dari satu masjid ke satu masjid itu harus ada laporan persetujuan dari RT, RW atau dan Imam masjit tersebut. Kami juga tak jarang di tolak oleh orang muslim sendiri ketika kita ingin menginapa di masjid tersebut. Ketia kami ditolak oleh umat msuslim yang lain bahwa kami tidak boleh mengunakan masjid tersebut, kami pun tidak bisa memaksanya, karena kegiatan kita ini adalah kegiatan umum. Tidak ada saling memaksa, “ungkapnya. (*hayer)