4 Saksi Mengaku Tidak Pernah Terima Bansos

ZONALINENEWS-KUPANG,- Sidang kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten TTS tahun 2010 kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Senin 2 Maret 2015 dengan menghadirkan terdakwa Martinus Tafui. Sidang kli ini JPU Kejari So’e, menghadirkan empat dari pihak penerima bantuan dana bansos tahun 2010, diantaranya yakni Martinus Hau, John Sakan, Daud Bessie, dan Mesakh Tabun.

Dalam persidangan itu, empat orang saksi tersebut kepada majelis hakim yang diketuai Khirulludin, didampingi hakim anggota Jult Lumban Gaol dan Anshory Saefuddin, mereka mengaku bahwa mereka tidak pernah menerima dana Bansos dari Pemerintah Kabupaten TTS. “Kami tidak pernah terima dana bansos. Kami tidak pernah ajukan proposal permohonan bantuan dana. Sehingga tidak ada pertanggungjawaban,” ujar keempat saksi secara bergantian, Penasihat Hukum terdakwa, diantaranya Fredrik Jaha, Liven E. Rafael, Rizet Benyamin Rafael, dan Errik Mamoh Save Oka.

Dalam persidangan menyebutkan dana bantuan yang pernah dialokasikan untuk para saksi. Dan akhirnya tiga saksi (minus Martinus Hau), baru sadar kalau sumbangan langsung yang mereka terima dari mantan Wakil Bupati, Benny Litelnoni, ternyata itu yang dimaksudkan dengan dana bansos. Dalam persidangan juga, tiga orang saksi itu tidak membenarkan soal jumlah yang terealisasi dengan jumlah yang tertera dalam kwitansi. Martinus Hau usai sidang kepada wartawan mengungkapkan kekesalannya karena namanya dicantumkan sebagai penerima dana bansos. Terpisah, Sakesos dalam kesaksiannya, mengaku pernah mengeluarkan uang Rp 15.000.000 bagi Wabup yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti sosialisai pembentukan Badan Narkotika Nasional di TTS. Ia juga pernah mengeluarkan uang Rp 10.000.000, yang diambil dari pos dana pendidikan berdasarkan memo wabup, bagi Martinus Tafui guna keperluan wisuda S2. Namun hingga kini, pengeluaran dana itu belum ada lampiran atau rincian pertanggungjawabannya. (*che)


TAG