Aktifis Permada Diintimidasi Oknum Satpol PP Ngada di Kompleks Pertokoan Bajawa

ZONALINENEWS-NGADA- Salah satu aktifis Perhimpunan Mahasiswa asal Ngada yang bermarkas di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (Permada) mendapat intimidasi dari empat orang oknum anggota Satpol PP Kabupaten Ngada dibawah pimpinan oknum Satpol PP inisial ‘TN.

Jelyn Mogi, Permada saat berdebat dengan Anggota Sat Pol PP Ngada

Jelyn Mogi, Permada saat berdebat dengan Anggota Sat Pol PP Ngada

Disaksikan media ini 30 Maret 2015 di kawasan pertokoan Kota Bajawa sekitar pukul 15.00 wita, Jelyn (korban) aktifis Perhimpunan Mahasiswa asal Ngada meneriakan protes-protes  kerasnya diantara kerumunan orang banyak di kawasan pertokoan kota Bajawa Flores.

Pasalnya, Jelyn salah satu aktifis Permada yang baru tiba di Bajawa Kabupaten Ngada Minggu 29 Maret 2015 untuk tugas penelitian kampus mengalami intimidasi empat oknum Anggota Satpol PP Ngada.

“Saya baru tiba dari Kupang kemarin 29 Marar 2015 melalui penerbangan Ende. Hari ini saya berjalan-jalan kesini Bajawa untuk beberapa keperluan pribadi di kota Bajawa. Sekitar pukul 14.00 wita saya berada di kawasan pertokoan kota Bajawa dan bertemu beberapa teman lama angkatan SMA dulu diantaranya Rinto Dopo, Alex Bate dan lain-lain.Kami mengobrol di tempat parkiran bemo arah Mataloko. Tidak lama berselang munculah empat oknum Satpol PP Ngada berseragam lengkap. Mereka menuju ke saya sambil berkata ‘itu tuh Jelyn Mogi yang tukang pimpin demo di Kupang, yang biasa hina Pol PP dan Bupati. Mendengar ungkapan itu saya merespon bahwa kami bersuara sebagai mahasiswa demi mengawasi jalannya pelayanan publik. Kepentingan kami sebagai pilar moral bangsa adalah mengawasi seluruh proses demokrasi bangsa, apalagi Ngada adalah tanah kelahiran saya. Pada saat saya menjawab mereka, spontan muncul lagi satu anggota Satpol PP sambil menunjukan jari telunjuknya ke arah saya. Saya kembali merespon dan melakukan perlawanan terhadap mereka,”ungkap Jelyn.

Diberitakan sebelumnya Permada Kupang beberapa menggelar demonstrasi damai ke Mapolda NTT menuntut Peegakan Hukum atas Kasus Blokade Bandara Turelelo Soa dan Kasus Kekerasan terhadap para pedagang di Bajawa Kabupaten Ngada Flores NTT. (*wrn)