Alat Kelamin Usnaat Dibuang Dibelakang Polsek Nunpene

ZONALINENEWS, KEFAMENANU,-Pengadilan Negeri Kefamenanu, pada Kamis (5/3) menggelar Sidang perdana perkara pembunuhan terhadap korban Paulus Usnaat (45), didalam tahanan Polsek Nunpene, pada 2 juni 2008 lalu.

Terdakwa Baltasar Talan saat di Persidangan

Terdakwa Baltasar Talan saat di Persidangan

Dalam bacaan dakwaan Jaksa Penuntun Umum (JPU), diketahui, korban Paulus Usnaat dieksekusi dalam ruang sel tahanan Polsek Nunpene, yang  dilakukan terdakwa Baltasar Talan dan Emanuel Talan. Setelah leher korban digorok diikuti “burung” alias batang penis korban dipotong oleh Emanuel Talan, lalu dibuang dibelakang Polsek Nunpene.

Peristiwa itu bermula pada Minggu 2 juni 2008 lalu, sekitar pukul 20.00 witta Baltasar Talan dan Emanuel Talan berkunjung kerumah Aloysius Talan di kampung Oelalelo, Kelurahan Oesena, Kecamatan Miomaffo Timur.

Saat itu ketiganya berunding untuk menghabisi nyawa korban Paulus Usnaat, yang saat itu berada didalam tahanan sel Polsek Nunpene, lantaran menghamili Fridolina Talan (15), anak kandung terdakwa Baltasar Talan.

Sehingga malam itu, setelah berunding Aloysius Talan, menyerahkan sebilah pisau kepada Emanuel, lalu ketiganya bergerak dari jalan setapak menuju Polsek yang jaraknya sekira 500 meter. Ketiganya muncul dari arah belakang kantor Polsek. Saat tiba hanya terdapat satu anggota atas nama Mateus Qelu, yang sedang menonton televisi, sementara anggota piket lainnya yakni Firman Cipto Yahono, Yustinus Haryanto Key dan Lalu Usman, sedang berkunjung kerumah Armindo salah satu petugas Puskesmas Nunpene.

Lantaran situasi sepih, terdakwa Emanuel Talan dan terdakwa Baltasar Talan masuk melalui samping lorong kiri dan masuk keruang tahanan sel Polsek, sementara saksi Aloysius Talan, berada diluar untuk mememantau situasi.

Saat itu kondisi ruang sel tidak digembok, sehingga keduanya perlahan melangkah masuk, korban yang sudah tidur sontak kaget sehingga Emanuel, langsung memukul dua kali ditengkuk korban.

Setelah melihat korban tak berdaya,  Baltasar, memegang kedua tangan korban, lalu Emanuel Talan menggorok leher korban. Bukan hanya itu, Emanuel juga membuka rosleting korban dan memotong batang penisnya lalu dibuang dibelakang kantor Polsek. Usai eksekusi, ketiganya lalu bergerak ke rumah Aloysius Talan dan tiba sekira pukul 23.00 wita.

Keesokan harinya, Senin 3 Juni 2008, korban Paulus Usnaat, yang tertutup kain panas ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dengan posisi leher digorok, batang penis terpotong hingga pohonnya.  Saat itu, anggota piket Mateus qelo, yang melihat pertama peristiwa langsung menginformasikan kepada rekan piket lainnya, kemudian melapor kepada Kapolsek Iptu I Ketut Saba dan Kapolres AKBP Abdul Syukur, terjun ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke RSUD Kefamenanu, untuk dilakukan Visum Et Reperdum.

Sekedar tahu, Terdakwa Emanuel Talan dan Terdakwa Baltasar Talan dihadirkan dalam persidangan dengan dakwaan Primair Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, Subsidair Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Atas dakwaan tersebut, para terdakwa melalui kuasa hukumnya hendak mengajukan eksepsi, sehingga sidang ditunda hingga hari Senin, (09/3) mendatang, dengan agenda sidang eksepsi dari para terdakwa.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim  Darminto Hutasoit, SH, MH dan Anggota Majelis Hakim Hendrywanto MK. Pello, SH dan Wawan Edi Prastiyo, SH., MH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hadir yakni, Jonathan S. Limbongan, SH Dani Salmun SH dan Jacson Pandiangan SH

Sementara penasihat hukum kedua terdakwa yakni  Fredom Radja, Marsel Radja, Yerimias Haekase dan Rudi Tonubesi (*jo)