Cegah Narkoba, Aparat Bermental Uang Harus Diubah

Zona Line News- ATAMBUA-  Maraknya kasus peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan masyarakat perbatasan RI-RDTL patut dicarikan solusinya. Pasalnya, beberapa waktu lalu, aparat kepolisian berhasil menggagalkan peredaran narkoba sebesar 2,22 kilogram di pintu utama Motaain.

Anggota Komisi III DPR RI Herman Hery

Anggota Komisi III DPR RI Herman Hery

Anggota Komisi III DPR RI Herman Hery menyatakan hal ini kepada Wartawan, Rabu 18/03 dalam masa resesnya di Kabupaten Belu,

Dirinya  menegaskan kasus peredaran narkoba bisa dicegah apabila aparatur negara, terutama aparat keamanan direvolusi mentalnya. Soalnya, aparat keamanan yang sering bermain di balik kasus peredaran narkoba.

“Bicara soal narkoba, itu sudah masuk dalam ranah kejahatan mafia organisasi internasional. Jadi, jangan pernah salahkan lokasi, misalnya pintu perbatasan Motaain, dan lainnya. Tapi, yang perlu disalahkan adalah aparat. Aparat sering bermain dan ujung-ujungnya minta imbalan uang,” tandas politisi PDIP ini.

Herman Hery menukaskan imbalan uang bagi aparat kerapkali membuat kurir atau pemain narkoba lolos dari pantauan dan pengawasan sehingga hal utama yang patut dilakukan adalah merevolusi mental aparat.

“Saat ini, kami lagi bahas soal renumerasi gaji aparat penegak hukum. Soalnya, gaji aparat yang kecil sering buat mereka terjebak dalam kejahatan, seperti narkoba dan perdagangan manusia. Kejahatan ini terjadi karena kemiskinan sehingga perlu diperhatikan serius,” kata Anggota DPR RI asal Dapil NTT II ini.

Ditanya mengenai pentingnya dibangun kantor badan narkotika daerah (BND) di Belu, Herman Heri secara gamblang menyatakan pembangunan kantor itu tidak penting untuk mencegah peredaran narkoba.

Menurutnya, hal mendesak yang perlu diperhatikan adalah revolusi mental aparat. Aparat bermental uang harus diubah. Soalnya, dalam setiap kejahatan narkoba dan perdagangan manusia, misalnya, tak terlepas permainan aparat di dalamnya.

Tokoh muda Kabupaten Belu Henderikus Ch. Atapala mengatakan kasus peredaran narkoba di negeri ini saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat sehingga tidak perlu dianggap enteng.

“Kami mau narkoba dilihat sebagai musuh bersama yang harus diperangi. Sebab, kalau narkoba dibiarkan merajalela, anak-anak bakal menjadi korban. Perhatian pencegahan narkoba di perbatasan pun harus diutamakan,” ungkapnya.

Dia juga menuturkan agar revolusi mental dalam upaya pencegahan narkoba tak hanya diberlakukan bagi masyarakat tapi yang terutama adalah kepada aparat penegak hukum. (Devv)