Dagangan Tidak Laku, Puluhan Pedagang Tinggalkan Pasar Boubou Bajawa

ZONALINENEWS, BAJAWA – Merasa dagangan tidak laku, puluhan pedagang buah-buahan dan sayur mayur di Pasar Boubou Bajawa pergi meninggalkan Pasar Boubou Bajawa, dan nekat mengelar barang dagangan di sekitar emperan toko kota Bajawa. Sebagian lainnya berjualan di lokasi tanah milik ulayat, bahkan para pedagang ini seperti kucing-kucingan dengan petugas jualan di emperan toko berhadapan dengan lokasi parkir mikrolet luar kota di kawasan kota Bajawa.

 

para pedagang sayur yang berjualan di emperan toko di Kota Bajawa

para pedagang sayur yang berjualan di emperan toko di Kota Bajawa

Pantauan media ini 13 Maret 2015 sejumlah pedagang sayur dan buah-buahan tinggalkan Pasar Boubou menuju emperan toko kota Bajawa dan langsung menggelar dagangan.

“Selama ini saya berjualan di Pasar Boubou tetapi seluruh sayur dan buah-buahan kami rusak, membusuk semua karena tidak ada pembeli. Sudah Beberapa hari ini saya dan kawan-kawan berjualan setengah hari di Pasar Boubou tetapi karena tidak laku, maka diatas jam 1.00 siang kami pikul jualan kami datang jual di emperan tokoh disini. Setelah kami jualan disini sebagian besar dagangan laku terjual semua sehingga kami bisa sewa angkot pulang ke rumah dan bawa hasil untuk beli makan minum keluarga. Saya mau tidak buat begini tetapi anak saya kuliah di PGSD Malanuza, saya harus sewa dia sekolah sampai tamat. Sejak saya pindah ke Pasar Boubou, anak saya yang kuliah di PGSD Malanuza hampir berhenti sekolah karena tidak mampu bayar lagi. Uang kuliahnya terpaksa saya bayar dari hasil pinjam kiri kanan dan utang semakin banyak. Padahal waktu kami masih pasar di Pasar Inpres dulu, saya tidak terlalu sulit dapat uang untuk keperluan hidup keluarga dan sewa anak sekolah, ” ungkap Ibu Anas, pedagang sayur dan buah-buahan yang kini berjualan di kawasan pertokoan kota Bajawa.

Senada diungkapkan Teresia Meo, pedagang sayuran asal Bogenga Kelurahan Susu Bajawa. Dengan air mata berlinang, wanita tua ini berkeluh kesah kepada wartawan ketika disambangi , tim media ini di emperan pertokoan kota Bajawa, 13 Maret 2013.

“Saya ini sudah tua. Hanya harap dari hasil berjualan sayur tetapi di Pasar Boubou kami tidak dapat apa-apa. Kami tidak melawan pemerintah tetapi hanya tidak mau mati kelaparan karena di rumah kami ada anak-anak yang harus kami urus hidup mereka. Suami hanya seorang petani, hasil kebun saya jual tetapi tidak ada pembeli disana. Saya nekat berjualan di sekitar emperan tokoh ini karena saya tidak mau kami jadi pencuri, makanya kami harus cari jalan supaya dagangan sayuran ini bisa laku. Sejak saya berjualan di emperan tokoh, jualan sayuran laku dibeli habis oleh orang-orang yang lewat disini. Saya rasa terimakasih Tuhan saya sudah bisa bangkit lagi walaupun Pol PP masih datang usir kami kalau mereka ketemu kami jualan sayur disini. Kami juga mau cari hidup Pa’, tolong jangan buat kami menderita seperti ini,”ungkap Teresia Meo dengan linangan air mata.

Hingga berita ini diturunkan wartawan belum mendapat perkembangan informasi terkait rencana Pemerintah Daerah bersama DPRD Ngada tentang nasib Pasar Inpres Bajawa yang ditutup paksa oleh Pemda Ngada beberapa waktu lalu. (*wrn)