Dihadapkan dengan Tim Gabungan, Pedagang di Bajawa Pertahankan Barang Dagangan

ZONALINENEWS – NGADA,- Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada lagi-lagi menggelar Operasi Tim Gabungan melibatkan TNI Polri, 25 Maret 2015 guna mengosongkan Pasar Inpres Bajawa.

Korban  Elfinda Due  Pedagang

Korban Elfinda Due Pedagang

Dihimpun media ini di Bajawa 26 Maret 2015 sejumlah saksi mata para pedagang mengungkapkan pada tanggal 25 Maret 2015 Pukul 6.00 wita kekuatan Tim Gabungan menyambangi Pasar Inpres Bajawa dan langsung menyita seluruh barang dagangan milik pedagang seperti sayur-sayuran, buah-buahan, lombok garam,beras yang disimpan oleh para pedagang di kawasan Pasar Inpres Bajawa. Sebagian sayuran, lombok dan buah-buahan dirusakan hingga bertebaran di sekitar kawasan Pasar Inpres Bajawa.

“Hari Rabu 25 Maret 2015 dini hari sekitar pukul 6.00 wita, tiba-tiba muncul sejumlah anggota Satpol PP disusul oleh Tentara dan Polisi berseragam lengkap. Setelah memasuki kawasan Pasar Inpres Bajawa Anggota Satpol langsung mengambil barang-barang dagangan milik pedagang seperti sayur-sayuran, buah-buahan, lombok garam,beras yang ditemukan berada di kawasan Pasar Inpres. Mereka mengambil dan merampas barang-barang dagangan, sebagiannya dirusakan pakai tangan, ” ungkap Elfinda Due, pedagang asal Sobo Mangulewa Ngada.

Menurut Due aksi perampasan barang dagangan milik pedagang dilakukan dengan cara-cara kasar, tidak sedikit sayuran miliknya sempat dipeluk ke dada agar tidak dirusakan oleh Anggota Satpol PP , dirampas hingga sayuran rusak a. “Mereka datang lalu merampas dagangan kami. Saya berusaha menyelamatkan sebagian sayuran dengan memeluk sayuran ke dada tetapi mereka tetap merampas bahkan saya ditarik-tarik secara kasar. Saya melawan tetapi mereka terus berusaha merebut sayur-sayuran dari pelukan saya sampai saya jatuh ke tanah, “tambah Efinda Due pedagang asal Sobo Mangulewa Ngada.

Pasalnya, saat Anggota Satpol PP merampas barang dagangan, beberapa anggota Polisi dan Tentara berdiri di belakang Anggota Satpol PP sambil berjaga-jaga. Saat Elfinda Due jatuh demi mempertahankan sayurannya dan berteriak minta tolong, seorang pedagang lainnya datang menolong. “Elfinda jatuh ke tanah, dia berteriak minta tolong lalu saya datang membantunya tetapi tiba-tiba muncul seorang tentara berseragam lengkap mencegat saya. Tentara itu mendekat ke saya sambil menunjukan baju lorengnya dan berkata ‘kau lihat ini apa, kau lihat ini apa? Kau tau tidak sedang berhadapan dengan siapa?. Tentara itu sempat mengangkat tangannya mau memukul saya lalu saya bilang ‘pukul sudah, ayo pukul sudah karena kau tentara yang digaji oleh negara untuk pukul kami pedagang orang susah ini. Tiba-tiba muncul lagi beberapa anggota Polisi dan langsung membawa oknum tentara itu. Saya berteriak-teriak panggil tentara itu untuk segera pukul saya supaya dia puas,”ujar Theresia Fengi.

Dia mengutuk aksi brutal yang dilakukan terhadap orang kecil di daerah.

Kepada media ini 26 Maret 2015, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melalui Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Industri dan Perdagangan, Anastasia Moi, SE menjeleskan bahwa agenda pengosongan Pasar Inpres Bajawa dilakukan atas dasar kebijakan Instruksi Kepala Daerah Kabupaten Ngada yang telah menutup Pasar Inpres Bajawa, selanjutnya bukan sebagai tempat pasar lagi.(*wrn).