Dua Tahun SK Kepala Dusun Inelika Bajawa Diduga Dipermainkan

ZONALINENEWS, BAJAWA- Terhitung sejak bulan Januari tahun 2014 distribusi SK (Surat Keputusan) Kepala Dusun Menge Desa Inelika Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada diduga dipermainkan beberapa tingkat teratas mulai dari pihak Kecamatan Bajawa Utara hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada. hal ini dikemukakan oleh Yakobus Na’u selaku Kepala Dusun terpilih kepada media ini di Bajawa 24 Maret 2015.

Yakobus Na'u

Yakobus Na’u

“SK Kepala Dusun Desa Menge fakum sejak tahun 2014 lalu. Pihak pemerintah di tingkat kecamatan beralasan bahwa ada masalah administrasi ijazah tetapi pada mekanisme proses pemilihan Kepala Dusun yang dibuat pada tahun 2014 di Menge, hal ini tidak dikemukakan namun saat ada paket pemenang atas pilihan suara terbanyak oleh masyarakat baru mulai muncul keganjilan-keganjilan itu. Saya memenangkan suara terbanyak pemilihan dari tujuh kandidat dengan perolehan 24 suara atau suara terbanyak dari enam paket lainnya,”ungkap Yakobus Na’u.
Pasalnya, pada saat pendaftaran dan penjaringan calon dibawah panitia yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Inelika maupun pada penjaringan calon, semuanya tidak mengalami kandala ataupun komplen dari panitia di tingkat terbawah bahkan dalam proses penyaringan pun tidak terjadi protes dari pihak panitia. demikian hal usai terpilih saat memasukan berkas melalui Panitia yang dikirim ke BPD (Badan Perwakilan Desa), semuanya mendapat persetujuan dan disahkan. Selanjutnya saat seluruh berkas dokumen dikirim ke kecamatan untuk diteruskan ke Bupati Ngada untuk dikeluarkan SK baru muncul wacana ada masalah administrasi tetapi itupun hanya dari mulut ke mulut (lisan) tanpa pemberitahuan tertulis resmi.

Menurut Yakobus, saat proses perjalanan berkas diproses dari camat ke Bupati, muncul alasan yang menurutnya sangat dibuat-buat bahwa ada kandala administrasi yang disampaikan secara lisan oleh Kepala Desa tanpa menunjukan penjelasan resmi tertulis kepada pihaknya. “Tidak ada pemberitahuan resmi tertulis dari pihak pemerintah tingkat teratas tentang masalah administrasi namun hanya berbentuk wacana yang dilemparkan oleh Kepala Desa Inelika,” tambah Na’u.

Atas kondisi ini, legalitas Kepala Dusun tidak mendapat status kejelasan namun tetap bekerja menjalnkan seluruh tugas kepala dusun melayani rakyat selama dua tahun terakhir ini.

Dijelaskan, sejak kejadian pihaknya selaku korban sudah menemui Camat Bajawa Utara sebanyak dua kali guna meminta penjelasan namun camat tidak menjelaskan masalah administrasi, malahan kembali bahwa pihaknya akan memanggil Kepaa Desa untuk menyelesaikan masalah namun hingga saat ini tidak ada perkembangan lanjutan ataupun kepastian penyelesaian perkara.

Atas perkara ini pada Bulan Februari 2015 korban kembali berkoordinasi dengan Kasipem Camat Bajawa Utara namun gagal atau tidak bertemu. Merasa dipimpong korban kembali bertemu Sekcam Bajawa Utara dan mendapat janji dari sekcam untuk bertemu Kasipem setempat guna menanyakan apakah Kasipem sudah mengirim berkas tersebut ke BPMDP Bajawa atau tidak. Korban kembali menemui BPMDP Bajawa dan lagi-lagi dilemparkan ke Kasipem Kecamatan sementara Kasipem Bajawa Utara susah ditemui hingga hari ini.

Yakobus memastikan bahwa atas permintaan masyarakat setempat, tugasnya sebagai Kepala Dusun tetap dijalankan meskipun pihak-pihak teratas mempermainkan kedudukannya sebagai orang kecil di tingkat terbawah.

Dia berharap Kepala Inelika Bajawa dan pihak Kecamatan Bajawa Utara segera menyelesaikan permasalah ini dengan baik dan harus berperi kemanusiaan.

Hal senada diutarakan Yosep Loda selaku salah satu tokoh masyarakat inelika, mantan Kepala Dusun Inelika.

Menurut Loda permasalahan ini sudah terlalu berlarut-larut dan harus segera diatasi sebab masyarakat merasa terlalu dipermainkan pihak-pihak teratas di tingkat kecamatan dan Pemerintahdaerah. Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mewawancarai Camat Bajawa Utara maupun pihak BPMDPKabupaten Ngada. (*wrn)