Fredom Radja Nilai Dakwaan Perkara Usnaat Janggal

ZONALINENEWS,KEFAMENANU- Tim kuasa hukum terdakwa Baltasar Talan dan Emanuel Talan, menilai dakwaan terhadap kasus pembunuhan Paulus Usnaat, banyak janggalnya. Menurutnya, surat dakwaan kurang jelas, kurang lengkap dan kurang cermat.

Fredom Radja Kuasa Hukum

Fredom Radja Kuasa Hukum

Hal ini disampaikan Fredom Radja, SH kuasa hukum kedua terdakwa saat dikonfirmasi usai sidang, Kamis 5 Maret 2015. Dia, menilai dari uraian umum dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdapat sejumlah kejanggalan. Padahal dalam pasal 143 KUHAP, sudah mengatur bahwa setiap dakwaan harus lengkap, jelas dan cermat.

“Ya walaupun kami belum menerima surat dakwaan untuk dipelajari, tapi dari uraian umum yang tadi dibacakan kami menangkap beberapa hal yang janggal,”tandasnya

Menurut Fredom ada kalimat dalam dakwaan itu yang dinilainya kontradiktif dan kabur sesuai fakta lapangan sehingga sebagai kuasa hukum tentunya akan disampaikan dalam eksepsi atau pembelaan dalam lanjutan sidang berikutnya.

Sejumlah kejanggalan, lanjut Fredom seperti tidak ada saksi mata yang melihat para terdakwa saat berunding untuk melakukan pembunuhan, saat terjadi eksekusi didalam ruang tahanan sel tidak ada saksi yang melihat langsung, padahal dilokasi ada anggota Mateus Qelu yang bertugas piket dan nonton Televisi. Belum lagi kunci gembok dibiarkan dalam keadaan terbuka.

Bahkan menurutnya saat pemeriksaan dalam BAP Polisi, tidak disinggung kunci gembok, tapi tadi dalam bacaan dakwaan tadi disinggung kalau tidak digembok. Waktu itu dirinya yang dampingi langsung Baltasar dan Emanuel saat pemeriksaan di Polda.

Sidang perdana pembunuhan Paulus Usnaat, digelar Kamis 05 Maret 2015 dipadati pengunjung dari keluarga korban dan terdakwa. Nampak anggota keamanan  Polres TTU, mengawal ketat jalannya proses sidang, Kapolres TTU, AKBP Robby M. Samban dan Wakapolres  TTU, Kompol Dede Rochmana, turun langsung dalam pengamanan jalannya sidang.(*jo)