Jadikan Belu sebagai Pasar Kelor Internasional

ZONA LINE NEWS- ATAMBUA- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berjanji menjadikan Kabupetan Belu sebagai pasar kelor internasional. Pasalnya, kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini memiliki potensi besar untuk pengembangan kelor.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan Bantuan kepada Penanam Kelor

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan Bantuan kepada Penanam Kelor

“Saat ini, TNI dari beberapa kesatuan di bawah pimpinan Danjend Kopassus sedang lakukan ekspedisi di sini. Tugas dari kegiatan ini adalah untuk melihat potensi, baik flora maupun fauna. Dan, ternyata dalam waktu yang yang singkat, ditemukan potensi tanaman kelor,” kata Nurmantyo dalam sambutannya pada acara penanaman kelor simbolis di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Sabtu (14/3).

Dikatakan Nurmantyo,  kegiatan ekspedisi NKRI yang dilakukan TNI adalah untuk melihat potensi alam yang ada untuk kemudian dikembangkan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Potensi alam berupa tanaman kelor akan dikembangkan sehingga menjadi tanaman bergengsi secara internasional.

“Saya bangga sekali karena seorang putera asli NTT yang juga pejabat tinggi TNI berhasil temukan mesin yang gunakan tenaga air untuk pompa air dari dalam tanah untuk bantu airi tanaman kelor di tanah tandus di saat musim panas. Jadi, masyarakat setempat tidak perlu ragu tanam kelor walau di lahan kering,” ujarnya.

Selain mesin pompa air, Nurmantyo juga mengatakan TNI juga akan memasang saluran air dari sumber mata air yang ada sehingga masyarakat bisa menggunakannya untuk mengembangkan kelor.

“Tugas pengembangan kelor juga akan diemban oleh seluruh prajurit. Karenanya, prajurit  harus bisa menjadi solusi dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. India yang dulu menjadi pasar kelor internasional sudah merosot dan sekiranya kita bisa menangkap peluang ini untuk menjadikan Belu sebagai pasar internasional,” ucapnya.

Danrem 161/Wirasakti Kupang Brigjend TNI Ahmad Yuliarto mengungkapkan tanaman kelor sudah sangat familiar dengan masyarakat dan cocok dengan cuaca sehingga Kabupaten Belu, khususnya bisa menjadi produsen kelor.

“Kelor tidak susah untuk dikembangkan karena cocok dengan kondisi tanah dan cuaca di daerah ini. Secara ekonomi juga, tanaman ini ke depan akan bisa hidupkan masyarakat sehingga tanaman ini patut dikembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Wilhelmus Foni meminta dukungan nyata dari TNI dan masyarakat setempat untuk mengembangkan tanaman kelor sehingga Kabupaten Belu bisa dikenal sebagai kabupaten kelor.

“Tanaman kelor ini punya multifungsi dan yang terutama adalah bisa dijadikan sebagai pilihan alternatif demi ketahanan pangan di daerah perbatasan. Pengembangannya pun tidak susah, hanya nanti kendala di pasar,” ungkapnya. (*Dev)