Jakarta Punya APBD Siluman Flotim Punya Honorer Siluman

ZONALINENEWS- LARANTUKA,- DKI Jakarta sepekan terhakir media internasional maupun media nasional dihiasi berita perseteruan antara Gubernur Basuki T. Purnama (Ahok) dan DPRD DKI terkait adanya anggaran siluman sebesar 12, 1 triliun dalam APBD tahun 2015. Peseteruan tersebut tidak beda jauhnya dengan kabupaten Flores Timur.

Wakil ketua dprd Flotim Matias Werong Enai

Wakil ketua dprd Flotim Matias Werong Enai

Perbedaan tersebut bukan mengenai anggaran yang sedang santernya di media masa, namun DPRD flotim memiliki tenaga honorer siluman. Tenaga honorer siluman yang dititipkan oleh anggota DPRD Flotim diduga kuat sebagai tanda balas jasa kepada tim suksesnya yang pada saat pencalonan legislatifnya bekerja untuk memenangkan dirinya.

masyarakat Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam dan kecewa kepada anggota DPRD Flotim, pasalnya anggota DPRD dan pimpinannya mendapatkan jatah tenaga honor daerah (honda). Sementara guru dan tenaga kesehatan yang suda lama mengabdikan dirinya di flotim tidak diperhatikan. Bahkan ada guru dan tenaga kesehatan mengajar atau bekerja dari tahun 2005, hingga sekarang masih merintih dan mengeluh akan nasibnya, sembari berharap dapat diakomodir sebagai tenaga honor daerah.

Untuk tahun 2015 kabupaten Flotim melakukan Perekrutan sebanyak 200 orang tenaga kesehatan dan tenaga guru untuk menjadi honor daerah. Dari total 200 orang tenaga kesehatan 100 oang dan pengajar atau guru 100 orang. Jumlah tersebut DPRD mendapatkan jatah 1 orang tenaga kesehatan dan 1 orang tenaga pendidik atau guru. DPRD akan mendapatkan 30 tenga kesehatan dan 30 tenaga pendidik berdasarkan jumlah kursi di Bale Gelekat Flotim. Sisa dari jatah DPRD tersebut masih berkisar 70 tenaga pendidik dan pengajar apabila tidak disabotase oleh pemerintah flores Timur. Jika tenaga Honda masih disabotase oleh Bupati, Wakil Bupati,jajaran eselon, para kepala dinas dan balas jasa lainnya, maka tenaga medis dan pendidik yang tidak memiliki keluarga atau cenel akan terus kecewa dan merinti akan nasibnya.

Sangat disesalkan adanya kolusi yang dimainkan oleh pihak legislatif dan eksekutif untuk memuluskan kepentingannya. Sedangkan orang kecil yang tidak memiliki hubungan keluarga atau belas kasihan dari pejabat maka nasibnya akan terus seperti itu. Berdasarkan infoormasi dan hasil investigasi media ini diperoleh adanya titipan –titipan siluman yang dimiliki anggota DPRD Flotim di beberapa sekolah di Larantuka. Bahkan titipan- titipan tersebut mengaku dirinya sudah menempu pendidikan strata Satu pendidikan (Spd). Namun pengakuan tersebut tida bisa dibuktikan dengan dengan data yang akurat serta tidak bisa menunjukan ijasah dan transkip nilay yang di tempuh dari unifersitas tempat mengnyam pendidikan.

Apesnya lagi, guru – guru yang dititpkan oleh oknum DPRD tersebut tidak bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar bersama sisiwa di dalam ruangan kelas. Guru- guru yang dititipkan oleh DPRD Flotim tersebut mengakui bahwa dirinya juga sudah mendapatkan SK (Surat Keputusan) dari kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Flores Timur sebagai tenaga kontrak daerah, namun guru tersebut belum terlalu lama mengajar disekolah tersebut.

Salah seorang guru honorer yang tidak mau namanya dipublikasikan ketika ditemui media ini 06 Maret 2015 menuturkan kekesalannya kepada DPRD Flotim yang menggunakan kekuasaannya tidak pada tempatnya. “agak risih melihat situasi ini, dan menjadi kecewa jika mereka yang kami pilih mewakili rakyat mengakangi amanat rakyat . kami memilih mereka duduk dibalai rakyat untuk mengurus kami secara benar di daerah ini bukan untuk menngurus kelolosan salah satu anggota keluarga guna memperoleh pekerjaan”, Ungkapnya.

Jika demikian kerjanya anggota DPRD Flotim maka diganti saja nama lembaga terhormat ini menjadi DPRD menjadi DPKD (Dewan Perwakilan Keluarga Daerah) supaya tidak menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat flotim terkhususnya yang mencari kerja dan suda menjadi honorer sejak lama. Kasihan mereka yang tidak punya akses untuk memproleh pekerjaan, padahal kita ketahui lulusan sarjana juga banyak di Flotim dan jika dimungkinkan diusulkan ketika memilih pekerja sesui dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Jangan mengakomodor keluarga yang tidak memiliki skil atau kemampuan, apalagi tenaga kesehatan dan guru. Guru merupakan tokoh yang tidak bisa anggap biasa, karena dengan adanya guru, generasi berikutnya akan mengambil alih tongkat kepemimpinan.

Terkait titipan siluman oleh anggota DPRD dirinya sangat mengecam sikap atau pilihan yang diambil oleh anggota DPRD Flotim. Ada begitu banyak guru dan tenaga kesehatan yang suda lama mengabdi, namun karena tidak ada orang dalam makanya nasibnya terus bergantung.

Salah satu anggota DPRD Flotim yang terkenal kritis ketika dihubungi media ini juga minta namanya untuk tidak dipublikasikan mengakui adanya jatah DPRD Flotim. “iya DPRD Flotim ada jatah tenaga honorer tahun 2015 ini. Jatah anggota DPRD Flotim berjumlah 2 orang yakni 1 orang guru dan 1 orang tenaga kesehatan. Sisa dari jatah tersebut dikembalikan kepada dinas terkait utnuk melakukan penyeleksian sesuai dengan aturan yang ada. Misalnya, pendidikan terhakir, lamanya mengabdi serta pelayanan administrasi lainnya,”,Jelas anggota DPRD tersebut.

Untuk jatah DPRD tersebut sudah ada orang, dan orang ini bukan merupakan keluarga dekatnya atau tim sukses waktu menjadi calon legislatif. “Dengan jujur jatah untuk saya sudah ada, diantaranya salah satu guru yang saat itu mencari saya sambil menggendong anaknya. Sehingga dengan rasa ibah saya mengakomodir guru tersebut yang sudah lama mengajar di Larantuka. Sementara untuk jatah tenaga kesehatan diberikan kepada orang lain juga, yang bukan merupakan keluarga saya”, ungkap DPRD Tersebut.

Mendengar adanya jatah yang didapatkan DPRD Flotim, wakil ketua DPRD Flotim Matias Werong Enai angkat bicara, “tidak benar adanya jatah dari DPRD Flotim. Semua proses dan mekanisme perekrutan diserhakan kepada dinas terkait, dan tidak ada intervensi dari DPRD Flotim apalgi menyodorkan orang- orang sebagai tanda balas jasa,”tegas Tias.

Katanya lagi, untuk kabupaten Flotim tahun 2015 ada 200 tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Untuk tenaga honor propinsi kabupaten Flotim mendapatkan jatah 79 orang tenaga pendidik. Tenaga honorer daerah sebanyak 200 orang tersebut diantaranya 100 orang guru dan 100 orang tenaga kesehata. Semua tenaga honorer baik honor propinsi maupun honor d,aerah diserhakan kepada intansi terkait untuk melakukan verivikasi untuk mengetahui layak tidaknya untuk ditetapkan menjadi tenaga honorer.

Tias melanjutkan, untuk tenaga honor daerah tahun 2015 diharapkan dapat diumumkan bulan april mendatang. Supaya menjadi jelas adanya titipan yang dilakukan DPRD atau tidak, karena ada tenaga honorer yang datang menanyakan kepada DPRD mengenai jatah tersebut, namun suda dijelaskan bahwa tidak ada titipan- titipan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada sebagian guru mendatangi dinas PPO untuk menanyakan adanya perekrutan tenaga honorer daerah. Namun jawaban dari dinas PPO, mengatahakan ada jatah anggota DPRD jadi utnuk mengakomodir tenaga honorer harus menunggu jatah dari DPRD, setelah itu sisanya baru dilanjutkan dinas.(*L1)