Jonas Salean Biang Kerok Terhambatnya Pelayanan Air Bersih di Kota

ZONALINENEWS-KUPANG,- Polimik PDAM Tirta lontar sampai saat ini belum berakhir, walikota Kupang Kupang Jonas Salean diberbagai kesempatan kepada masyarakat Kota Kupang melontarkan kata-kata agar dapat mengelola PDAM Tirta Lontar, Bukan hanya itu terkait persoalan tersebut, Jonas Salean Sebut Bupati Kupang tidak mengetahui aturan, karena Bupati Kupang tidak bisa melayani air bersih di Kota Kupang, sebab pelangan PDAM Kabupaten Kupang (Tirta Lontar) adalah warga Kota Kupang. Bahkan pada saat walikota Kupang berkantor di kelurahan Kayu putih salah seorang warga, Beni Randu meminta agar Walikota Kupang mengambil alih PDAM Tirta Lontar untuk dikelola Pemerintah kota Kupang.

Direktur Pdam Tirta Lontar, Yohannes Oetemosoe SH

Direktur Pdam Tirta Lontar, Yohannes Oetemosoe SH

Menyikapi desakan warga, Walikota Jonas Salean mengaku, untuk mengambil alih PDAM Tirta Lontar, bukan niat utama dari pemerintah Kota Kupang, sebab sejak awal gubernur sudah mediasi agar aset tetap menjadi milik pemerintah Kabupaten Kupang. hanya saja, pengelolaan PDAM diserahkan kepada pemerintah Kota kupang, baru dihitung soal pembagian hasil antara kedua pemerintah. Namun hasil mediasi itu tidak pernah terealisasi karena bupati kupang yang awalnya sudah mengiyakan, malah tidak pernah menepati kesepakatan yang sudah disetujuinya.

Menanggapi persoalan ini Direktur PDAM Tirta Lontar, Yohannes Oetemoseo di ruang kerjanya Rabu 4 Maret 2015 pukul 11.30 wita menyatakan, pernyataan Walikota tersebut seolah-olah untuk mengalihkan padangan masyarakat Kota Kupang terhadap program unggulan kerja walikota Kupang. Kota Kupang ini sangat kecil program unggulan apa yang telah berhasil dibuat walikota Kupang, untuk melayani warga Kota Kupang. “ Saya khusus pemerhati persoalan air di Kota Kupang, saya nyatakan Jonas Salean biang Kerok persoalan air bersih di Kota Kupang, sehingga pelayanan air bersih di PDAM Tirta lontar jadi berantakan dan tidak maksimal. Semua orang omong mulai dari BPK, BPKP semaunya omong , kok ribut soal aset seharusnya Walikota Kupang ribut soal pelayanan, yang kurang maksimal, kok hanya ribut 47 persen pelanggan PDAM Tirta lontar, yang harus diributkan 57 persen warga Kota Kupang belum terlayani persoalan air bersih. Eeeeh malah ribut soal pengalihan aset PDAM Tirta Lontar ,” Ungkapnya.

Dikatakannya, Walikota Kupang seharusnya bangga dengan PDAM Tirta Lontar adalah PDAM yang tersehat di NTT, berada di Kota Kupang dan melayani masyarakat Kota Kupang. Walikota jangan menghalang-halangi perbaikan jaringan pipa PDAM Tirta Lontar, sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak maksimal silahkan masyarakat protes saja ke walikota Kupang yang melarang perbaikan jaringan. (*tim)