Kades Oebafok Pilih Kasih Soal Bantuan

ZONALINENWS – ROTE NDAO,- Betapa tidak merasa sakit hati dan kesal yang mendalam menjadi warga Negara dan masyarakat yang baik didesa tetapi jauh dari perhatian pelayanan pemerintahnya apa lagi yang dialami bukannya tereliminasi tapi justru dikucilkan rasa tidak dipeduli, dibedakan dari warga yang lain soal pelayanan maupun perhatian pemerintah sampai warga ini menangis, keadaannya bukan karena merasa kurang tapi karena merasa kesal dibedakan dengan masyarakat lainnya di desa Oebafok Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao.

rumah Sepus dami

rumah Sepus dami

Yohana Omay, warga dusun 02 desa Oebafok Kecamatan Rote Barat Daya Kab Rote Ndao dan Sepus Dami yang berdomisili di Dusun 01 Desa Oebafok menyatakan kekesalannya kepada Media Ini , di kediaman kedua warga ini mengakui kalau mereka tidak pernah mendapat perhatian pemerintah sebagai warga masyarakat dalam berbagai bentuk bantuan pemerintah.

Sepus Dami mengatakan, dirinya sangat kesal dan kecewa dengan tindakan pelayanan pemerintah desa Oebafok yang selama ini tidak memperhatikan hidup dan keadaan mereka yang jauh dari bantuan – bantuan pemerintah. Baik, bantuan daerah maupun pusat yang diperuntukan bagi warga desa Oebafok.

Menurut Sepus, dirinya sangat merasakan didiskriminasi dalam masa pemerintahan Kepala Desa Gerson Pandi , beserta perangkat desanya, yang melayani masyarakat dengan pola tembang pilih. Ungkapnya sambil menambahkan, buktinya perhatian Pemda Rote Ndao dengan segala peruntukan bantuan berupa fisik dan non fisik pada masyarakat Desa Oebafok tidak pernah bersentuhan dengan diri mereka.

Selanjutnya. Jelas Dami, salah seorang Kepala dusun di desa Oebafok diduga menyuruh pihkanya pergi untuk melapor kemana saja, jika kami persoalkan bantuan yang dikelola, tetapi pihknaya tidak mendapat bagian kemudian menjadi masalah. “Jika kepemimpinan Gerson Pandi dan perangkatnya masih berkuasa kami tidak perlu berharap banyak karena pergi laporkan dimana saja mereka hadapi,” Kata Dami menirukan perkataan oknum kepala dusun.

Dilanjutnya, pergi lapor dimana saja pergi , kami siap hadapi dan selagi kami masih pimpin kami tidak takut Sementara Yohana Omay mengaku kehidupan mereka sebagai warga desa setempat juga jauh dari perhatian pemerintah masa kepemimpnan kepala Desa Gerson Pandi. Hal ini tutur Omay, dirinya bersama suami dan empat orang anaknya baru sekali menerima bantuan dari pemerintah dalam bentuk bantuan beras miskin(raskin), setelah itu dihentikan sampai saat ini apa lagi bantuan lainnya.

Desa Oebafok mendapat bantuan-bantuan yang bersumber dari pemerintah daerah seperti bantuan perumahan dari ADD sejak enam tahun berturut – turut dan dari Dinas PU Kabupaten Rote Ndao, semua itu tidak pernah menyentuh padahal kami sebagai warga.

Dikatakannya, bantuan perumahan sebesar 19.500.000, kepada 18 orang di desa Oebafok yang dinilai tidak sesuai data dan mekanisme jutlak. “Bantuan perumahan kepada 18 orang bermasalah tersebut adalah fakta dan bukti jelas yakni bantuan hanya diperuntukan bagi keluarga Kepala Desa Gerson Pandi dan para kepala dusun yang ada di desa Oebafok dan hal soal bantuan seperti ini sudah berulang kali. Baik, itu bantuan dari dana ADD, dana Bansos, dan dana perumahan melalui Dinas PU Kabupaten Rote Ndao 2014,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya , bantuan Raskinpun hanya diperuntukan bagi para kepala dusun dan keluarga. “Apa salah saya dan suami sehingga kami di anak tirikan oleh pemerintah desa,

kami sebagai warga desa oebafok merasa dianak tirikan dalam masa kepemimpinan kepala desa Gerson Pandie sejak 5 tahun lebih ini, jujur saja kami kecewa dan tidak lagi bisa bendung perbuatan busuk sang kades dan jajarangnya.” Tutur Omay.

Ia menembahkan, sebagai warga masyarakat menilai pelayanan Kepala desa tidak efektif dalam masyarakat desa Oebafok karena selama ini kepala tidak berdomisili di wilayah desa Oebafok namun bermukim di dusun Soruk desa Batutua dan tidak beraktifitas di Oebafok.

Warga yang lainpun senada dengan Sepus Dami dan Yohana Omay. Misalnya sejumlah warga di dusun 01 Rt 04 Rw 02 desa Oebafok yang meminta namanya untuk tidak dikorankan, mereka mengakui kesal dengan kepala desa dan aparatnya yang secara bersama sangat meresahkan warga dengan ketidakadilan dan pemerataan dalam pelayanannya terhadap warga masyarakat

Kepala desa Oebafok, Gerson Pandi ketika ditemui dikediamanya di dusun Soruk Desa Batutua mengatakan, hal itu terjadi karena kesalahan dari para kepala dusun dan Sekretaris Desa yang melakukan pendataan. Sebagai kepala desa setelah menerima data dari sekretaris desa kemudian menandatangani selanjutnya dilanjutkan kepada pihak kecamatan. “ Memang data dari desa termasuk nama-nama mereka tetapi saat verifikasi tidak lolos jadi kita mau bagaimana lagi. ,”katanya.

Pantauan Media, di kediaman kedua warga tersebut memang cukup memprihatinkan. Keluarga Sepus berdiam disebuah rumah yang sebenarnya sudah tidak layak namun masih juga jauh dari pandangan pemerintah setempat untuk membantu dengan rumah layak huni oleh pemerintah. Sama halnya dengan keluarga Yohana Omay yang menempati sebuah rumah untuk berlindung dari hawa panas dan hujan namun menyedihkan, rumah yang berdinding tembok tersebut sudah mengalami retak dan nyaris roboh . (*R1)