Kadis PU Kota Kupang Mengaku Tidak Tahu Terkait Pembangunan Patung

ZONALINENEWS, KUPANG –  Sejak adanya pembangunan patung setengah telanjang yang terletak di kelurahan Tode Kisar, gelombang kontroversi masyarakat mengalir dari setiap penjuru.  Ironisnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kota Kupang, Beni Sain ketika dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Senin 23 Maret 2015 mengaku tidak tahu soal pembuatan patung tersebut.

Kadis PU Kota Kupang Beni Sain

Kadis PU Kota Kupang Beni Sain

Menurut Beni, walaupun pekerjaan tersebut berasal dari bidang pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang, pembangunan patung tersebut sudah diinstruksikan untuk ditutup.

“Saya kurang tahu , itu mungkin dari aspek seni atau pematungnya. Memang ada pembiayaan tapi untuk patungnya tidak kami gambar dan sudah saya suruh untuk ditutup,” ujarnya.

Terkait pembangunan infrastruktur di Kota Kupang, Beni Sain mengatakan, rencana pembangunan Kota Kupang masih dalam tahap pemasukan dokumen kepada Unit Layanan Pengadaan(ULP), sehingga  pada tahun ini dana yang akan digunakan untuk pembangunan fisik seperti pembangunan jalan, drainase dan pengairan sebesar 96 milliar.

Selain itu, lanjut Beny, pada tahun ini akan difokuskan pada pembenahan pemukiman warga di 51 Kelurahan yang ada di Kota Kupang.

Beni Sain juga mengakui bahwa pembangunan drainase diKota Kupang akan sia-sia atau mubasir  karena hal ini menurutnya, tidak ada dana pemeliharaan untuk drainase. Olehnya, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mengambil langkah dengan membangun daerah resapan.

Sementara itu, Kepala Binawarga PU Kota Kupang, Yusuf Made diruang kerjanya, Senin 23 Maret 2015 mengatakan, pada tahun ini untuk pembangunan jalan di 51 Kelurahan yang ada di Kota Kupang Pemkot mendapat jatah 76 milliar untuk pembangunan jalan sejauh 25 kilometer dan satu kilometer.

“Untuk pembangunan jalan disiapkan dana 76 milliar sepanjang 26 kilometer dan satu kilometer serta dana pemeliharaan di 51 Kilometer,” katanya.

Untuk diketahui, kondisi sebagian ruas jalan di Kota Kupang sangat memprihatinkan. Akibat kerusakan ini, selain menimbulkan kemacetan, kondisi ini sangat membahayakan para pengendara. Ironisnya, hingga saat ini Pemkot Kupang dinilai apatis mangatasi persoalan ini. (*amar)