Kasat Pol PP Ngada Dipersidangan “Seret” Kabandara Soa

ZONALINENEWS, BAJAWA – Diberitakan sebelumnya, setelah penundaan satu kali, sidang kasus Blokade Bandara Turelelo Soa jadi digelar di Pengadilan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada, 2 Maret 2015. Selain menyatakan pemblokiran Bandara Turelelo Soa bukan atas perintah Bupati Ngada Marianus Sae, dihadapan Majelis Hakim dan JPU di ruang sidang PN Bajawa  terdakwa Hendrikus Wake dan terdakwa Yohanes Mado menyatakan sebelum memasuki landas pacu Bandara Turelelo Soa, mereka berdua menemui Kabandara Soa, Ikhsan sekitar Pukul 6.30 pagi dan menyampaikan bahwa mereka akan menduduki landas pacu bandara guna menghalangi pesawat Merpati Landing di Bandara Soa.

Kepala Bandara Soa, Ikhsan

Kepala Bandara Soa, Ikhsan

“Setelah kami tiba di Bandara Soa, saya bersama Pa Yohanes Mado langsung bertemu Kepala Bandara dan menyampaikan bahwa kami datang untuk menghalangi Pesawat Merpati agar tidak boleh landing di Soa. Setelah itu Kepala Bandara Soa berkata ‘Ya, Silahkan’, saya juga sudah tahu sejak kemarin Pa Bupati menelepon saya. Lalu kami menuju ke landas pacu melalui jalur pintu masuk bagian utara yang sedang terbuka atau tidak terkunci sama sekali dan tanpa ada penjagaan,” ungkap terdakwa Kasat Pol PP Ngada, Hendrikus Wake dihadapan Majelis Hakim serta JPU di ruang sidang Pengadilan Negeri Bajawa, 2 Maret 2015.

Hal senada dipertegas terdakwa Yohanes Mado kepada majelis hakim. Menurut dia, pagi hari 21 Desember 2013, sekitar Pkl.6.30 wita, setelah tiba di Bandara Soa, dirinya bersama Kasat Pol PP Hendrik Wake langsung bertemu Kepala Bandara (Kabandara, Ikhsan).

“Ketitka tiba di Banadara Soa sekitar pukul 6.30 pagi Wita, saya ikut dengan Pa Kasat bertemu Kepala Bandara. Kehadiran kami diterima baik oleh Pa Kabandara dan Pa Kasat menyampaikan maksud kedatangan kami. tetapi tidak lama berselang saya meninggalkan Pa Kasat sendirian bersama Pa Kepala Bandara dan saya ke kantin pesan kopi, sebab kami semua belum sarapan saat itu atau dalam kondisi lapar. Setelah ngopi di kantin saya balik lagi ke tempat dimana Pa Kasat dan Kabandara masih berdiskusi. Saat itulah saya mendengar Pa Kepala Bandara bilang ‘Ya Silahkan”, ungkap terdakwa Yohanes Mado.

 

Berulangkali Wake dan Mado menyatakan kesaksian ini kepada Dewan Majelis Hakim dan JPU, disaksikan Kuasa Hukum mereka di ruang sidang PN Bajawa, 2 Maret 2015.

Kepala Bandara Soa, Ikhsan yang kini berada di Denpasar Bali untuk transit perjalanan tugas ke Jakarta, dihubungi wartawan, Selasa 3 Februari  2015 Pukul 16: 07 wita melalui handpone nya sangat terkejut mendengar konfimasi wartawan terkait keterangan pengakuan dua terdakwa yang menyebut di hadapan persidangan bahwa Kabandara Soa mempersilahkan mereka  memblokir Bandara Turelelo Soa pada hari kejadian 21 Desember 2013 lalu.

“Wahh, saya mengatakan “silahkan”,,?. Begitu kah kata-kata pembelaan mereka?. Memang benar, nda ada orang yang mau disalahkan walaupun sudah berbuat salah. Kalau saya memberi izin ke mereka nda’ mungkin saya bikin laporan khusus tentang kasus ini Pa. Ya, jangan ngajak-ngajak orang untuk berbuat salah dong. Jangan asal bersaksi. Aku komit pada kebenaran fakta,” jawab Kabandara Soa, Ikhsan melalui handpone saat dikonfirmasi wartawan dari Bajawa. (*irn)