Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS Digeser ke Kejari

ZONA LINE NEWS- ATAMBUA- Kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Wedomu yang ditangani Unit Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Resor (Polres) Belu sudah digeser (dilimpahkan) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua, pekan lalu. Memang sebelumnya, berkas perkara kasus ini dinyatakan belum lengkap (P-19) tapi sudah dilengkapi dan dikirim kembali ke Kejari. Demikian dikatakan Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela kepada Media ini di Atambua, Selasa 03 Maret 2015.

Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela

Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela

Sinambela mengungkapkan Polres Belu beberapa waktu lalu melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penggelapan Dana BOS di beberapa sekolah antara lain SMPN Kinbana, SD Wedomu dan SMPN Lamaknen. Dari ketiga sekolah itu, kasus dugaan korupsi Dana BOS di SD Wedomu sudah dinaikkan ke tahap penyidikan dan berkas perkaranya sudah digeser ke Kejari Atambua.

“Saat ini tim penyidik pada Unit Tipikor sedang melakukan pengumpulan data, bahan dan keterangan terhadap kasus dugaan korupsi di dua sekolah lainnya (SMPN Kinbana dan SMPN Lamaknen). Sedangkan, kasus dugaan korupsi Dana BOS di SD Wedomu, berkas perkaranya sudah dikirim ke kejaksaan,” jelasnya.

Dikemukakan Sinambela, kasus dugaan penyalahgunaan Dana BOS di SD Wedomu mulai dari tahun anggaran 2011 hingga 2013, tidak ada laporan penggunaannya berdasarkan data dan informasi yang didapatkan tim penyidik.

“Kita harap berkas perkara kasus dugaan korupsi Dana BOS SD Wedomu yang sudah diserahkan ke kejaksaan dinyatakan lengkap sehingga bisa fokus di kasus dugaan korupsi lainnya,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Belu Iptu Guntar Arif Setiyoko menambahkan kasus dugaan korupsi Dana BOS di SMPN Kinbana dan SMPN Lamaknen hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Tim masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata).

“Kita belum tahu berapa jumlah kerugian uang negaranya. Penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Dana BOS di beberapa sekolah ini sebagai tindak lanjut dari adanya laporan para guru dan orang tua murid,” ungkapnya.

“Untuk diketahui, kerugian uang  negara Dana BOS SD Wedomu itu sebanyak Rp. 231.958.700. Dana BOS ini diduga disalahgunakan oleh kepala sekolahnya sehingga kita tetapkan sebagai tersangka. Kita sudah limpahkan BAP-nya ke pihak kejaksaan, tinggal tunggu proses hukum lebih lanjut,” sebutnya. (*Davidson)