Kasus Korupsi Tanah Nagakeo, Muncul Nama TSK Baru

Zonalinenews-KUPANG,- Kasus dugaan korupsi Pelepasan Asset Tanah Malasera Kabupaten Nagekeo-Flores, Selasa 17 Maret 2015 , Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa menggelar ekspos kasus dugaan korupsi tersebut dihadapan Kajati NTT, John W Purba.

Jhon W Purba

Jhon W Purba

Ekspos yang digelar tersebut mendapat titik terang karena adanya penambahan tersangka (tsk) baru dalam kasus itu. Kajati NTT, John W Purba yang ditemui di Kejati NTT, Selasa 17 Maret 2015 mengatakan kasus dugaan korupsi pelepasan aset tanah Malasere Kabupaten Nagakeo kemungkinan besar ada penambahan tersangka.
Penambahan tersangka itu, kata Purba, setelah dilakukan ekspos bersama-sama dengan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa yang digelar di Kejati NTT, Selasa 17 Maret 2015 Yang mana ekspos tersebut dihadiri oleh pejabat Kejati NTT lainnya.

 
“Kemungkinan besar ada penambahan tersangka (tsk) baru dalam kasus dugaan korupsi pelepasan aset tanah Malasere di Nagakeo yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa, “ kata Purba.

 
Purba menambahkan, perkembangan Kasus Asset Malasera saat ini Kejaksaan Negeri Bajawa sudah memeriksa empat belas orang saksi dan dua orang ahli. Sementaraitu terkait ahli sudah dimintai keterangan. Tim ahli diambil dari Perguruan Tinggi dan Instansi yang berkompeten dengan perkara.
Hasil Kesimpulan Tim Penyidik, lanjut Purba, asset tanah Malasera Nagekeo sudah tercatat sebagai Asset Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo atau barang milik daerah sehingga pengelolaannya berpedoman pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, PP Nomor 6 Tahun 2016, PT 38 Tahun 2008 dan Permendagri Nomor 17 Tahun 2007. Jadi sejak diterbitkan Hak Guna Bangunan atas nama pihak PT rekanan, status tanah asset tanah Malasera dengan luas lahan 14 hektar lebih secara yuridis sudah berubah dari Asset Pemerintah Daerah menjadi milik PT atau pihak rekanan.

 
Sedangkan untuk masalah kerugian keuangan negara saat ini sedang diakukan perhitungan oleh aparat yang berwenang.

 
Pada kesempatan terpisah, pada Rabu 18 Maret 2015 Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar yang ditemui di Pengadilan Tipikor Kupang mengatakan dalam kasus itu tersangka YSA adalah mantan pejabat besar di Kabupaten Nagekeo-Flores-NTT.

 
“Dalam kasus pelepasan aset malasere ini, Mantan Bupati Nagakeo dijadikan sebagai tersangka, “ ungkap Ridwan. (*vyena)