Kejari Atambua Puldata Pulbaket Proyek Bronjong Jembatan Halikelen

ZONA LINE NEWS- ATAMBUA-  Kendati disibukkan dengan beberapa penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua, tetap sigap merespons temuan yang ditengarai merugikan keuangan negara.

jalur trans timor di KM 14 Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu

jalur trans timor di KM 14 Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu

“Walaupun kita fokus dengan beberapa khasus korupsi yang selama ini ditangani, namun kita di kejari akan selalu merespons setiap temuan yang ada apabila ada laporan dari masyarakat, artinya kita akan mendalami apabila ada laporan masuk, ” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajati) Atambua, Roberth M. Tacoy kepada Media ini Selasa 30 Maret 2015

Buktinya, saat ini tim Jaksa Kejari Atambua mulai mengumpulkan data (puldata) dan mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) proyek pengerjaan  bronjong jembatan Halikelen di Km 14.

“Saat ini tim sudah berada di Kupang. Dan, tim  mulai melakukan puldata dan pulbaket,” ungkap Roberth M. Tacoy

Menurut Tacoy,  pekerjaan bronjong jalan yang ambruk di KM.14 Halikelen yang merupakan jalan utama dari Kupang ke Atambua dan RDTL itu, hasilnya tidak dapat dimanfaatkan karena jalannya ambruk.

“Sementara, dana pengerjaan proyek itu kurang lebih Rp 4 miliar. Tapi hasilnya bronjong jalan itu ambruk,” kata dia.

Untuk diketahui pengerjaan bronjong jembatan itu baru pertengahan tahun 2014 oleh PT Waskita Karya. Hal itu dilakukan untuk menormalisasikan kembali agar jalur itu bisa digunakan.

Namun, jalur trans timor di KM 14 Halikelen, Desa Naekasa, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu, perbatasan Indonesia-Timor Leste  itu ambruk dan longsor akibat hujan yang terus menerus di Belu pada tahun 2014 lalu.(* David)