Kejati NTT Segera Periksa Kepala Pelabuhan Alor dan Flotim

ZONALINENEWS-KUPANG,- Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) hingga saat ini terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) tahun 2014 untuk pembangunan Dermaga di Kabupaten Alor dan Flors Timur (Flotim). Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar kepada wartawan, Rabu 4 Maret 2015 mengatakan sesuai rencana tim penyidik akan memeriksa Kepala Pelabuhan Kabupaten Alor dan Kabupaten Flotim.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar

Dijelaskan Ridwan, sesuai rencana tim penyidik Kejati NTT akan memeriksa keduanya pada pekan depan. Berkaitan dengan surat panggilan kepada keduanya telah dilayangkan oleh tim penyidik. “Sebenarnya mereka diperiksa dalam minggu ini, namun karena mereka sedang sibuk dengan kegiatan di Jakarta maka pemeriksaan diundur pada pekan depan, “ ungkap Ridwan.

Disebutkan Ridwan, Kepala Pelabuhan Kabupaten Alor yang akan diperiksa yakni Simon Manipada. Sedangkan Kepala Pelabuhan Kabupaten Flores Timur (Flotim) Djami Ratu Lede.

Menurut Ridwan, keduanya akan diperiksa sebagai saksi dalam aksus dugaan korupsi pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Kabupaten Flotim. Proyek pembangunan dermaga di dua Kabupaten itu merupakan proyek dari Kementerian PDT RI tahun 2014 senilai Rp 4 miliar.

Dijelaskan Ridwan dalam kasus dugaan korupsi itu, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menemukan kerugian negara pada proyek pembangunan dermaga dan jalan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Alor sekitar Rp 4 miliar hingga Rp 7 miliar dalam satu proyek. Kdua proyek miliaran rupiah ini berasal dari Kementerian Pembangunan Daerah tertinggal (PDT) RI tahun 2013 dan 2014.

estimasi itu diperoleh ketika tim penyidik terjun langsung ke lapangan untuk melihat proyek-proyek tersebut. Untuk kasus proyek pembangunan Dermaga di Kabupaten Flotim yang terletak di Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat maupun pembangunan Dermaga di Desa Bakalan, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, penyidik menemukan bahan yang digunakan tidak sesuai sepesifikasi yaitu besi beton yang seharusny menggunakan besi beton dengan Kualitas Beton (K) 300, namun yang ditemukan kedua dermaga yang dibangun itu menggunakan besi beton K 55. (*vyena)