Keluarga korban desak Polres Flotim tetapkan tersangka terbakarnya KM Hikam

ZONA LINE NEWS, LARNTUKA- keluarga korban kebakaran KM Hikam 2 mempertanyakan penanganan kasus terbakarnya kapal KM Hikam 2, yang hingga sekarang belum ada titik terangnya. Keluarga korban Abdurhaman idris kapten Hikam 2 dan Pulus Fernades Aekoli Abk Hikam mempertanyakan independesi polres Flotim yang menangani kasus terbakaranya kapal pengangkut minyak Lembata.keluarga juga menuding polres Flotim sudah kemasukan angin sehingga tidak menetapkan tersangka dalam kasus itu. Hal ini disampikan salah satu anggota keluarga korban, yang tidak mau namanya dikorankan, ketika ditemui media ini dikediamannya senin 23 Maret 2015 pukul 12.00 wita.

Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Maria Sarina Romakia

Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu Maria Sarina Romakia

Lanjutnya lagi, penanganan kasus terbakarnya KM Hikam 2 terkesan lamban dan berjalan ditempat. Padahal keluarga korban mengharapkan adanya kejelasan dan keseriusan polres Flotim dalam menangani kasus ini hingga menetapkan tersangka. Disamping itu juga terdapat perbedaan data yang dimiliki polres flotim dan syabandar, perbedaan data yang diperoleh polres flotim menyebutkan permintaan yang saat kejadan yakni 15 ton premium, 5 ton solar, dan 5 ton minyak tanah. Sementara keterangan sopir pertamina Lukas wungebelen dan masinis Alosius key saat diambil keterangan oleh penyidik polres mengathakan ada 16 ton premium yang diangkut. Keterangan tersebut berbeda dengan data yang diperoleh pihak syabandar Larantuka, yang menyebutkan permintaan pengangkutan minyak pada hari itu, yakni ada 25 ton premium.

Katanya lagi, ini mendandakan adanya mafia minyak yangs edang dilakukan oleh pihak pertamina larantuka, dengan pemilik kapal Muhamad Nasir.suda terjadi perbedaan data dan mafia minyak yang dimainkan selama ini, tetapi belum juga adanya tersangka.

Menanggapi pernyataan dari keluarga korban kasubag Humas polres Flotim, Erna Romkia kepada wartawan diruang kerjanya pada (22/03)menuturkan, polres Flotim tidak sedang tidur, dan mempeti eskan kasus ini, namun harus diketahui bahwa, proses penyelidikan yang dilakukan polres Flotim sedang berjalan. Disamping itu juga belum ada hasil dari labfor Bali. “tidak benar polisi sedang tidur atau mempetih eskan kasus ini. Kasus ini sedang dilidik dan menunggu hasil labfor dari Bali,”tutur Erna Romakia.

Katanya lagi,kasus tenggelamnya KM Hikam 2 yang merenggut 2 orang Abdurhman idris dan paulus Fernandes Aekoli sedang dalam proses penyelidikan pihak penyidik polres Flotim. Ada beberapa saksi yang suda diambil keterangan yakni, kepala pertamina larantuka, perwakilan patra niaga PT pertamina cabang maumere,pegawai syabandar,pemilik kapal, Sopir tanki pertamina Lukas Wungebelen serta masinis Alosius key, sedangkan Rahman Salolon ABK kapal yang selamat juga suda diambil keterangan oleh pihak polres Flotim, jelas Erna Romakia.

Erna melanjutkan, berdasarkan keterangan Rahman salolon ketika diabil keterangan menuturkan, dirinya sedang berada di kamar kecil, hendak membuang air kecil. Sedang membuang air kecil rahman mencium bau premium, sehingga setelah membuang air kecil, dirinya hendak menuju ke haluan kapal, namun tidak kesampaian karena terjadi ledakan itu. Jadi ledakan berasal dari dalam kapal, ungkap Erna Romakia mengutip keterangan Rahman Salolon.

Ketika ditanya adanya perbedaan data yang diperoleh polres flotim dan syahbandar Erna menjelaskan,permintaan untuk lembata pada hari itu adalah 25 ton minyak jenis premium. Dirinya juga mengungkapkan belum adanya penetapan tersangka dalam kasus itu, karena masih dilakukan penyelidikan oleh anggota reskrim polres Flotim. (Atakey)