Kerusakan Pipa Di Desa Tolnako Disebabkan Oleh PT UKB

ZONALINENEWS – OELAMASI, Masyarakat Desa Tolnako Kecamatan Fatuleu kecewa dengan PT Usaha Karya Bersama (UKB) yang telah merusaki pipa air bersih yang diadakan oleh Bidang Pegairan Dan Perumahan Rakyat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kupang akhir tahun 2013 lalu. Kerusakan beberapa pipa ini disebabkan oleh mobil pengangkut material milik PT UKB yang sedang melakukan atifitas pekerjaan jalan Poros Tengah sehingga pelaksanaan pekerjaan perpipaan sampai saat ini masih nol. Hal ini diungkapkan Kepala Desa tolnako Melyantus Tefa kepada wartawan di Oelamasi, Jumat 20 Maret 2015 pukul 10.30 wita.

Kepala Desa tolnako Melyantus Tefa

Kepala Desa tolnako Melyantus Tefa

Menurutnya, 2013 lalu masyarakat Tolnako mendapat perpipaan kurang lebih sekitar 10 kolo meter, tetapi dengan adanya pekerjaan jalan Poros Tengah akhirnya mansyarakat tolnako hingga saat ini untuk mendapatkan air bersih harus menempu jarak  sejauh 4,200 kilo meter. Dikatakan, sebanyak ratusan batang yang harus di pasang dari mata air hingga sampai pada pengunanya, tetapi banyak pipa yang rusak dan pipah yang mish baik sebagian besarnya entah hilang kemana. “Saat ini saya sempat mengumpul pipa yang masih ada dipingir jalan, yang masih bisa digunakan itu hanya sekitar 30 pipa dan dari hasil pengumpulan pipa ini tentunya hanya bisa disambung dengan jarak jangkauannya dua kilo meter saja dan artinya ini jarak pemasangannya bangkan tidak sampai ke masyarakat penguna, dan  sedangkan sisa pipa untuk jarak pasang sejauh tujuh meternya lagi hilang begitu saja, “kata Tefa.

Tefa menjelaskan, dengan adanya masalah ini dirinya sudah pernah melapor kejadian ini kepada Bidang Pengairan Dan Perumahan Rakyat Dinas PU kabupaten Kupang dan pihak perusahaan PT UKB. “Saya melapor kejadian ini keduan belah pihak yang berkaitan tetapi hingga saat ini belum ada perhatian sama sekali. Sedangkan dari pihak PT UKB sendiri sudah pernah saya temui petugas lapangngannya, tetapi dia hanya bilang nanti masalah ini akan disampaikan kepimpinan perusaannya, namu hingga saat ini dari pihak PT UKB sendiri terkesan mengabaikan masalah ini, “ungkapnya.

Masalah ini kata Tefa, sudah pernah diangkat diberbagai pertemuan sepeti Rapat Kordinasi (Rakor) ditingkat Kecamatan maupun Kabupaten tetapi hingga saat ini tidak ada jawaban sama sekali jalan keluar masalah ini. “Sebagai Kepala Desa saya sendiri yang disorot oleh masarakat maka dari itu saya berharap dari Pemerintah sendiri harus bisa memperhatikan dan fungsikan kembali mata air bahkan pipa – pipa yang ada agar masyarakat, pustu – pustu yang saat ini masih kekusahan air bisa mendapat pelayanan air yang lebih baik, “pintanya.

Sementara itu ditempat Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang Hendrik Paut kepada wartawan terkait denga masalah tersebut ia  mengatakan, Pemerintah siap menindak lanjuti persoalan tersebut. Pasalnya, ini semua adalah menyangkut dengan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat sendiri harus mendapat pelayanan yang lebih baik dan tetunya ini menjadi kewajiban Pemerintah. “Untuk masalah ini Pemerintah segera turunkan tim untuk melakukan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, “jelasnya. (*hayer)