Koalisi Rakyat Gelar Aksi Kampaye Anti Kekerasan di Jalan El Tari

ZONALINENEWS – KUPANG ,- Koalisi Rakyat Untuk Hari Perempuan Internasiona (HPI), yang terdiri dari, Rumah Perempuan Kupang (RPK), PIAR NTT, dan Lopo Cerdas NasDem NTT, Sabtu 14 maret 2015 , pukul 06.00 Wita, mengadakan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan, anak  dan Korupsi, dengan melakukan jalan santai. Kampanye  itu dilakukan berupa jalan santai yang berlangsung di Jalan Eltari Kupang Kota Kupang.

Koalisi Rakyat Untuk Hari Perempuan Internasiona (HPI), yang terdiri dari Rumah Perempuan Kupang (RPK) PIAR NTT dan Lopo Cerdas NasDem NTT

Koalisi Rakyat Untuk Hari Perempuan Internasiona (HPI), yang terdiri dari Rumah Perempuan Kupang (RPK) PIAR NTT dan Lopo Cerdas NasDem NTT

Ratusan aktivis peduli terhadap kesetaraan gender dan kekerasan terhadap perempuan, turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Rombongan dipimpin langsung oleh Direktri RPK, Libby Ratuarat, Sinalaeloe, dan Direktri PIAR NTT, Ir. Sarah Leri Mboeik,  sambil membawakan spanduk anti kekerasan dan simbol-simbol menentang kekerasan terhadap perempuan. Ribuan warga Kota Kupang yang sedang menikmati suasana hari bebas kendaraan, yang dilakukan setiap sabtu, menyaksikan kampanye anti kekerasan perempuan tersebut.
Usai kegiatan Direktris Rumah Perempuan Kupang, Libby Sinlaeloe mengatakan, Aksi kekerasan terhadap perempuan merupakan  sebuah fenomena global. Daftar aksi kekerasan, pelecehan seksual dan diskriminasi gender amat panjang, dan setiap hari bisa terus ditambah dengan fakta dan data baru.
Walaupun di negara ini hukuman bagi pelanggaran hak-hak perempuan makin berat, tapi nyaris tidak ada bukti bahwa perilaku pria terhadap perempuan juga mengalami perubahan, khususnya di Indonesia yang sesuai adat istiadatnya, masih menganggap lelaki lebih berkuasa, sehingga ketimpangan masih saja terus terjadi.
” Dimoment, Hari Perempuan Internasional (HPI), kami merasa perlu melakukan kegiatan-kegiatan kampanye anti kekerasa terhadap perempuan sehingga perempuan boleh mendapat tempat yang lebih layak,”katanya.

Ia mengatakan, Perempuan harus mendapat jaminan hak yang setara, peluang yang sama dengan lelaki dan dilindungi dari aksi kekerasan serta pelecehan. Sebab hal ini untuk keuntungan semua pihak.
Riset membuktikan, warga di negara dimana perempuan diakui setara dengan lelaki, biasanya lebih makmur dan lebih bahagia.

Sementara itu, Direktris PIAR NTT, Sarah Leri Mboeik mengatakan,  aksi kampanye kesetaraan gender semacam ini sebenarnya  butuh dukungan  pemerintah dan kalangan politik, perilaku masyarakat biasanya berubah menjadi lebih baik dan positif. Juga kampanye butuh dukungan kaum lelaki.

“Ada kesenjangan normatif di bawah aturan yang ada di negara ini yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan. Kami dari aktivis akan terus berjuang untuk perempuan di Indonesia terlebih lagi di NTT, yang merupakan basis kasus kekerasan terhadap perempuan,” Katanya. (*Sari)