Koda Nusa Bunga: Usut Indikasi Keterlibatan Pejabat Pemda dalam Kasus Mitra Tiara

ZONALINENEWS-LARANTUKA ,-Elemen mahasiswa asal Flores Timur yang berhimpun dalam Komunitas Diskusi dan Advokasi (KODA) Nusa Bunga – Kupang, mengapresiasi keseriusan pihak Kepolisian Daerah (POLDA) NTT atas ditangkapnya Niko Ladi tersangka Kasus Investasi Bodong – LKF Mitra Tiara, sekaligus mendesak pihak POLDA NTT untuk mengusut indikasi keterlibatan oknum pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) Flotim dalam kasus LKF Mitra Tiara.

Komunitas Diskusi dan Advokasi (KODA) Nusa Bunga ketika menyelenggarakan diskusi panel mengenai kasus LKF Mitra Tiara, pada pertengahan Februari 2014

Komunitas Diskusi dan Advokasi (KODA) Nusa Bunga ketika menyelenggarakan diskusi panel mengenai kasus LKF Mitra Tiara, pada pertengahan Februari 2014

Hal demikian disampaikan melalui siaran pers yang ditandatangani oleh Koordinatornya Simon Kiwang Tabi, dikirim ke redaksi Medeia ini pada tanggal (19/03/2015).

“Kami beri apresiasi atas ditangkapnya Niko Ladi, pihak POLDA NTT juga perlu mengembangkan penanganan kasus investasi bodong dengan mengusut indikasi keterlibatan oknum pejabat pemda flotim. Pemda Flotim yang mengeluarkan izin operasional bagi LKF Mitra Tiara harus dimintai pertanggungjawaban pidana oleh Polda  NTT. Keberadaan LKF Mitra Tiara di Kabupaten Flotim tidak memiliki izin prinsip yang dikeluarakan oleh Bapepam – Lembaga Keuangan dan/atau pihak Bank Indonesia (BI). Namun ironisnya Pemda Flotim begitu ceroboh dalam mengeluarakan dan memperpanjang izin operasional LKF Mitra Tiara sejak tahun 2011” desak KODA Nusa Bunga.

Penyelesaian kasus investasi bodong – LKF Mitra Tiara yang sedang diproses dengan instrumen hukum pidana, tidak dapat mengembalikan uang para nasabah. Ekspetasi besar nasabah tersebut hanya dapat ditempuh dengan instrumen hukum perdata, sehingga perlu dipikirkan bersama untuk mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action) kepada Niko Ladi dan Pemerintah daerah (Pemda) Flotim atas pembiaran terhadap aktivitas LKF Mitra Tiara di kabupaten Flores Timur.

 

“Salah satu cara yang dapat ditempuh para nasabah, agar dana yang sebelumnya disimpan pada LKF Mitra Tiara dapat kembali yakni menggunakan instrumen hukum perdata, para nasabah perlu melakukan gugatan perwakilan kelompok (class action). Model ­class action dipilih karena para penggugat memiliki kesamaan fakta (common issue) dan kepentingan hukum yang sama (suitabillity of representation), yakni sama-sama nasabah dan menderita kerugian akibat aktivitas LKF Mitra Tiara” tegas KODA Nusa Bunga

Sebelumnya diberitakan Niko Ladi yang dinyatakan buron sejak tahun 2013, akhirnya ditangkap aparat Polres Flotim di Jati Luhur, Purwakarta. Jawa Barat, Sabtu 14   Maret 2015.(*tim)