KPN Kupang Mengaku Belum Ada Perintah Dari KY Dan MA

Zonalinenews – KUPANG, Saat ini tiga (3) orang hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) terkait dugaaan ketidakprofesional ke-3 orang hakim ketika memimpin sidang kasus pencabulan anak dibawah umur yang melibatkankan salah satu anggota Brimob Polda NTT, Fransiskus Roy Sukardi.

Palu sidang

Berkaitan dengan laporan Lukas Mbulang selaku kuasa hukum dari terdakwa, Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Kupang, Ida Bagus Dwyantara yang ditemui wartawan, Rabu 25 maret 2015 , diruang kerjanya mengatakan hingga saat ini belum ada perintah dari KY dan Mahkama Agung (MA).

Dijelaskan Dwyantara, hingga saat ini pihak KY dan MA belum mengeluarkan surat perintah untuk memeriksa tiga anggota hakim di PN Klas I A Kupang yang mana ke-3 orang hakim itu diantaranya I Ketut Sudira, Jamser Simanjuntak dan Ida Ayu.

“Sejauh ini belum ada perintah secara tertulis dari Komisi Yudisial (KY) dan Mahkama Agung (MA) untuk memeriksa ketiga orang anggota hakim di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kupang, “ katanya.

Dikatakan Dwyantara, mengenai hal itu wajar-wajar saja dari kuasa hukum terdakwa untuk melaporkan ke-3 orang anggota hakim PN Klas I A Kupang ke KY. Untuk itu, pihaknya kini tinggal menunggu perintah dari KY dan MA RI untuk dilakukan pemeriksaan terhadap hakim-hakim tersebut. Menurut Dwyantara, setahu dirinya, ketiga orang hakim PN Klas I A Kupang dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) karena tidak profesional dan memutuskan perkara tersebut tanpa menunggu hasil tes DNA yang dilakukan terdakwa dalam kasus tersebut.

Sesuai laporan yang diterima, lanjutnya, majelis hakim memutuskan perkara tersebut berkaitan dengan perkara tersebut yang melibatkan anggota Brimob Polda NTT, masa tahanannya hampir selesai. Sehingga kasus itu harus diputuskan karena jika tidak diputuskan maka hakim-hakim tersebut akan diperiksa.

“Dalam kasus itu kenapa sampai diputus sebelum menunggu hasil tes DNA dari terdakwa, karena masa tahanan terdakwa segera habis. Makanya kasus itu diputus karena kalau tidak maka hakimnya yang akan diperiksa MA, “ kata Dwyantara.

Ketika ditanya mengenai terpidana Rudy Soik yang juga melaporkan hakim-hakim tersebut ke KY, Dwyantara menjelaskan hingga sejauh ini dirinya selaku KPN Klas I A Kupang belum mengetahui dan belum mendapatkan laporan tersebut.(*Sari)