Kunjungan ke Portugal Bupati Cs sedang Kibuli masyarakat ?

ZONA LINE NWES, LARANTUKA- Kunjungan Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, ketua DPRD Flotim Yoseph Sani Betan, uskup Larantuka Mgr, Fransiskus Kopong Kung Pr, Kepala dinas Pariwisata Andreas Ratu Kedang dan salah satu staf teknis disbudpar Yohanes Carfalo menuai kritikan dari masyarakt Flotim. Pasalnya keberangkatan Bupati Cs ke Portugal pada Februari lalu, tidak mengalami kemajuan.

Vincent Ledor

Vincent Ledor

Masyarakat flotim juga mempertanyakan hasil MOU yang sudah disepakti sebelumnya mengenai kerjasama dalam proyek air bersih di kabupaten Flores timur. Bahkan masyarakt juga mengkritisi promo yang dilakukan Bupati bersama Kepala Dinas Pariwisata saat berada di Portugal, karena masyarakat hingga sekarang belum mengetahui secara jelas obyek wisata unggulan yang dipromokan saat berada di Portugal.

Masyarakat Flotim juga menghimbau kepada Pemerintah Flores Timur dan DPRD agar tidak membawa angin seger yang menyenangkan masyarakat flores Timur sesaat. Berdasarkan pengalaman selama ini, banyak kerjasama yang dijalankan oleh pemerintah Flores Timur dengan pihak luar tidak menemui titik terang. Bahkan yang terjadi adalah mubasirnya kerjasama dan tidak memperoleh hasil yang memuaskan. Pemerintah dihimbau agar meninjau kembali kerjasama yang selama ini dibuat.

Vincent Ledor, warga masyarakat Solor ketika dihubungi media ini, 08 Maret 2015 mengungkapkan, “Ketika pemerintah daerah Flores Timur hendak melakukan promosi wisata di luar daerah ataupun di luar negeri seharusnya mengetahui dengan jelas obyek wisata unggulan yang dimiliki, pasalanya selama ini kabupaten Flores Timur belum memiliki obyek wisata yang dikelola dengna baik. pertanyaan saya apa yang dia jual ketika melakukan kunjungang ke Portugal di Querem…. ?”. Katanya lagi, hari raya umat katolik yang dikenal dengan semana santa atau paskah bukan dijadikan sebagai ajang promosi wisata. paskah itu menjadi tradisi, bahkan sebelum generasi kita , sudah ada prosesi jumad agung, “tegasnya.

 

Flores Timur menurutnya, memiliki berbagai pariwisata yang dikelola dengan baik, sehingga ketika para peziarah yang hendak melakukan kunjungan ke Flores Timur tidak bingung potensi wisata apa yang harus dikunjungi. Pariwisata alami yang selama ini tidak dirawat dengan baik semestinya diolah kemabali. Sehingga ketika pengunjung ataupun peziarah yang datang mengikuti prosesi jumad agung dapat mengunjungi obyek wisata lainnya.

 

“Flotim merupakan lahan wisata yang indah, Pemda sampe lupa mengelolanya pemda berpikir sesuatu yang luar biasa, ternyata mudah. jika semua komponen digerakan untuk mengelola pariwisata yang ada. Selama ini Flores Timur tidak memiliki wisata. Wisata apa di flotim???? patung Herman Fernandes pahlawan kebanggan Flotim yang nota bene di jantung kota dan dekat dengan gedung DPRD apa ada geliat di situ? atau pemda tidak sanggup pengadaan cat lagi. kasihan itu patung sedikit lagi manusia yang sudah dilukis dengan bagus, kelamahan kelihatan semennya,”kritik Vincent.

Vincent menambahkan, adanya kerjasama tambahan mengenai pertukaran pelajar dan guru. itu hanya menguntungkan pejabat atau golongan tertentu, karena bukan dilihat kwalitas SDMnya namun semaunya saja.”Pertukaran pelajar yg mana!!!! coba di cek pelajar itu palingan titipan pejabat biar bisa ke luar negeri. Bagi saya tidak menjadi soal untuk pertukaran pelajar tapi dalam hal ini harus transparan. Jangan diam- diam berangkat pulang juga lebih diam lagi. Sebagai masyarakat sudah bosan , karena bagi masyarakat isi perut yang diutamakan. Kalau isi perut di lupakan, apa yang mau diharapkan? Flotim mengalami begitu banyak persoalan yang semestinya harus diselesaikan, karena itu merupakan hal utama dan pokok yang harus segera dilakukan, Air, Jalan, Listrik belum dibangung dengan baik, “tegas Vincent.

Siap pertukaran pelajar dan guru

Universidade Nova de Lisboa, Portugal dan Kota Qurem-Fatima, Negara Portugal sudah memberi respon positif menerima pelajar dan guru asal Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang melanjutkan pendidikan tinggi di negara itu. Kesiapan itu merupakan salah satu dari berbagai poin penting tindak lanjut kerjasama sister city (kota kembar) antara Kota Qurem-Fatima dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flotim. Demikian diungkapkan Bupati Flotim Yoseph Lagadoni Herin dalam keterangannya kepada wartawan, bersama Ketua DPRD Flotim Yoseph Sani Bethan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flotim Andreas Ratu Kedang, Staf Teknis Disbudpar Flotim Yohanes Carvalo dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol (Kabag Humas) Pemkab Flotim Ramon Mandiri Piran di ruang kerja Bupati, Rabu (4/3).

Dikatakannya, selain Universidade Nova de Lisboa, kesiapan dan respon positif dalam bentuk beasiswa bagi pelajar dan guru berprestasi asal Flotim yang hendak melanjutkan studi khusus mengenai tata boga, restoran dan perhotelan juga di respon di lembaga Institute de Camo`es, Portugal. Lembaga-lembaga yang membantu beasiswa pendidikan lanjutan di Portugal bagi pelajar dan guru asal Flotim, diantaranya, Founca`o Calouste Gulbenkian dan NGO Marques Vale de Flor.

“Para pelajar dan guru berprestasi di Kabupaten Flotim bisa melanjutkan studi/belajar di Universitas Nova de Lisboa dan Institute de Camo`es. Kita mengajuhkan proposal ke lembaga-lembaga yang membantu beasiswa bagi para pelajar dan guru yang melanjutkan pendidikan di Portugal,” katanya.

Yosni Herin mengatakan secara teknis, nantinya biaya transportasi dari dan ke Portugal bagi para pelajar dan guru yang melanjutkan pendidikan di Portugal dibiayai pemerintah daerah. Sedangkan pendidikan lanjutan tersebut dibiayai oleh lembaga-lembaga di Portugal yang telah memberi respon positif mengenai kerjasama sister city dengan Kota Qurem, Fatima.

Lanjutnya , sebaliknya jika ada mahasiswa atau pelajar dari Kota Qurem-Fatima yang melakukan studi dan penelitian budaya di Flotim, biaya perjalanan menjadi tanggungan pemerintah Kota Qurem dan selama berada di Flotim menjadi tanggungan Pemkab Flotim. Pemerintah Kota Qurem, Fatima sudah siap program pendidikan lanjutan itu. Sementara Pemkab Flotim belum siap, karena perlu pembahasan anggaran bersama lembaga DPRD Flotim.

“Tahun ini kita upayakan bisa terealisasi. Kalau dari Portugal sudah siap, sementara kita belum karena perlu ada pembahasan bersama dengan lembaga DPRD terkait anggarannya. Mekanisme anggaran kita berbeda. Wali Kota Qurem sangat respon kerjasama ini sehingga realisasi pertukaran pelajar dan guru lebih cepat lebih baik. Kota Qurem sudah siap. Kita akan prioritaskan awal bagi guru yang miliki kualifikasi Bahasa Inggris baik,” katanya.

Staf Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Flotim yang berangkat ke Kota Qurem-Fatima, Portugal bersama rombongan Bupati, Yohanes Carvalo pada kesempatan yang sama menambahkan lembaga-lembaga yang bakal memberikan bantuan beasiswa merespon dengan baik terkait program pendidikan lanjutan di Universitas Nova de Lisboa dan Institute de Camo`es, Portugal.

“Founca`o Calouste Gulbenkian dan NGO Marques Vale de Flor yang sudah pernah membantu pembangunan sarana dan prasarana air bersih di Flotim sudah respon memberikan bantuan beasiswa. Kita membuat proposal terkait dengan hal ini, agar bisa direalisasikan,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Flotim Yosep Sani Bethan pada kesempatan sama mendukung program kerjasama sister city antara Pemkab Flotim dan Kota Qurem-Fatima, Portugal termasuk program beasiswa pendidikan tinggi di Universitas Nova de Lisboa dan Institute de Camo`es, Portugal. Program tersebut sangat bagus dan tentu tidak dengan sendirinya langsung dirasakan saat ini. Program kerjasama ini membutuhkan proses dan tentu nenantinya akan berdampak dan dinikmati Kabupaten Flotim.

“Mekanisme penganggaran tentu menjadi rana pemerintah dan lembaga. Kita mendukung program ini. Ini menjadi tanggungjawab bersama yang perlu didukung oleh semua pihak termasuk masyarakat Flotim. Dukungan bersama tentu menjadi satu kesatuan kekuatan bagi kemajuan dan perkembangan Kabupaten Flotim kedepan,” katanya.

 

Flotim jadi wisata Religi

 

Larantuka merupakan salah satu dari 168 negara yang memiliki tempat wisata religius atau sebagai tempat ziarah rohani dunia. Persiapan dan kesiapan seluruh komponen masyarakat, pemerintah dan DPRD dari berbagai aspek tentu akan berdampak positif dari hubungan kerjasama sister city bagi Kabupaten Flotim. Kata Bupati Flotim Yoseph Lagadoni Herin.
Menurutnya, Pemerintah dan DPRD Flotim yang berkunjung ke Querem-Fatima, Portugal dan atas biaya daerah, yakni Bupati, Ketua DPRD, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata dan Staf Teknis Penterjemah. Sedang Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung berangkat dengan dana sendiri yang dibiayai oleh tokoh masyarakat Flotim yang juga pengusaha sukses di Jakarta Yakob Riberu yang juga ikut dalam kunjungan itu. Selain itu dalam rombongan bersama perwakilan dari Kemendagri RI dan Yayasan Bintang, yakni Thobias Djaji.

Yosni Herin menjelaskan Larantuka dengan wisata unggulan Samana Santa menjadi santuarium internasional bersama dengan beberapa negara di belahan benua lain, diantaranya, Fatima-Partugal, Spanyol, Brasil, Guadelope dan Mexico. Negara-negara santuarium internasional atau 168 negara tersebut saling memperkenalkan atau mempromosi satu sama lain.

“Masing-masing negara akan saling memperkenalkan dan mempromosikan satu sama lain. Larantuka begitu pula santuarium lainnya menjadi tempat ziarah, bukan turis dalam arti wisata. Jadi datang berziarah dan berdoa. Seperti di Fatima ada Lordes dan akan saling tukar peziarah dengan Larantuka,” katanya.

Lanjutnya Wali Kota Qurem-Fatima, Portugal Paolo Fonseca, kata Bupati Yosni Herin sangat mendukung rencana aksi kerjasama sister city dengan Larantuka dan menyatakan kesiapan membantu perkenalkan dan mempromosikan Flotim sebagai salah satu santuarium internasional pada pertemuan yang rencananya dilaksanakan pada April mendatang dengan Romana Tour yang merupakan tour wisata rohani milik Vatikan.
Ketua DPRD Flotim Yosep Sani Bethan pada kesempatan yang sama mengajak semua komponen masyarakat Kabupaten Flotim termasuk media masa cetak dan elektronik mendukung program kerjasama sister city dan Flotim menjadi santuarium internasional. Dukungan dan kerjasama semua pihak sangat membantu dan mempunyai peran penting dalam mewujudkan hal nyata dalam program kerjasama sister city antara Flotim dengan Querem-Fatima, Portugal.

“Kerjasama ini tentu membutuhkan proses yang sangat panjang untuk meraih kesuksesan sebagaimana diharapkan semua kita. Apa yang dikerjakan saat ini tentu tidak berdampak sekarang tapi berdampak akan datang. Saya mengharapkan dukungan dari semua kita,” katanya.

 

Menanggapai keterangan yang disampaikan Bupati Flores Timur, Ketua DPRD dan kepala dinas Pariwisata masyarakat Flotim orang muda Flotim , Fransiskus Keban angkat bicara kepada Zona Line News, menuturkan perjalanan Bupati, Ketua DPRD, Uskup dan Kepala Dinas Pariwisata ke Portugal, sah-sah saja jika Kepala Daerah bepergian keluar daerah, untuk urusan yang sangat mendesak. Namun jika hanya mau menjalin kerjasama dengan pihak Portugal terkait Sister City, ini menjadi soal.

 

“Kita tidak serta merta bangun kerja sama jika, pihak kita belum siap secara mental apalagi soal infrastruktur. kita berupaya menyandingkan kota kita dengan Querem yang unggul dalam segala hal. Ini merupakan tindakan konyol dan tidak bermanfaat. Ibarat berperang tanpa mempersiapkan perlengkapan perang,”tutur Frans.

 

Lanjut Frans, aset Pariwisata Flotim seperti Pemandian Air Panas saja tidak diurus dengan baik, bagaimana mungkin dapat dikatakan kota kembar? Ini suatu lelucon yang sedang diciptakan Pemerintah, dan bisa saja ada kepentingan dibalik semua ini.

 

“Persoalan yang tidak pernah ada solusi yang dialami masyarakat Flotim selama ini yakni air, listrik, tarif kendaraan, dan lain sebagainya yang dianggap Pemerintah biasa-biasa saja padahal ini memiliki nilai urgensitas yang tinggi karena menyangkut hajat hidup orang banyak.   Saya ambil contoh soal tarif kendaraan, hingga sekarang saja belum ada SK resmi dari Bupati mengenai tarif kendaraan sehingga tarif kendaraan sejauh ini masih berlaku normal, padahal kita tahu harga BBM telah diturunkan. Oleh karenanya, saya yang juga merupakan salah satu masyarakat meminta klarifikasi pemerintah terkait tujuan perjalanan ke portugal dan biaya perjalanan,”tegas Frans. (L1)