Kusuma Edy Mengakui Kelalaian Dalam Menjalankan Tugasnya

ZONALINENEWS – KUPANG , Sikap kooperatif di tunjukkan Kusuma Edy , salah satu terdakwa korupsi proyek pembanguna rumah cetak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kabupaten Alor. Pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor , Senin 23 maret 2015 lalu.

Tersangka  Kusuma Edi mengembalikan Kerugian negara  Petugas Kejaksaan Negri Kupang sedang menghitung jumlah uang tersebut

Tersangka Kusuma Edi mengembalikan Kerugian negara Petugas Kejaksaan Negri Kupang sedang menghitung jumlah uang tersebut

Edy berinisiatif mengembalikan kerugian negara setelah di periksa sebagai saksi Mahkota. konsultan supervisi proyek MBR di kabupaten Alor itu mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 153 juta lebih , usai berkoordinasi dengan Penasehat Hukum , Philipus Fernandez dan Yustinus M.Fua serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Kundrat Mantolas dan Max Makola.

“Kami memohon maaf atas kelalaian kami, sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara, saya mengembalikan uang negara.dana yang kami terima Rp 342 juta Lebih , dana operasional di lapangan Rp 189 juta.Sehingga pengembalian uang negara. Sebesar Rp 153 juta lebih.”Ungkapnya.

Saat diperiksa sebagai saksi Mahkota, Edy mengakui lalai dalam menjalankan tugasnya, pasalnya selaku konsultan Edy menyatakan kalau proyek telah rampung, meski faktanya belum rampung.Hanya saja laporan terkait perkembangan proyek yang akhirnya bermuara pada pembayaran seratus persen dibuat atas perintah satker.

Sementara itu , Rony Angrek yang diperiksa sebagai saksi Mahkota , mengaku menandatangani kontrak pekerjaan.Namun uang muka sebesar 20 persen yang masuk ke rekeningnya , ia transferkan ke rekening Eni Angrek selaku kontraktor.

Rony juga mengaku kalau dirinya tidak mengetahui sama sekali soal pekerjaan di lapangan , karena penyediaan personal dilapangan sudah menjadi urusan Eny Angrek

.”Saya tidak mengerti proyek, saya memang pernah ke Alor bulan Juni 2013 , tapi itu diundang Eny dalam rangka suksesi calon Wakil Bupati.”Kata Rony.

Edy mengaku siap melunasi pengembalian kerugian negara ,apabila masih kurang saat pembuktian.”

Apa bila pengembalian uang negara ini setelah dihitung ternyata masih ada masalah maka saya akan melunasinya.”Kata Edy.

Mengingat adanya pengembalian kerugian negara oleh kusuma Edy , Jhon Rihi selaku PH Rony Angrek , mengatakan mereka juga ingin mengembalikan kerugian negara. Hanya saja berdasarkan fakta sidang, ada aliran dana dari Rony yang di teruskan ke rekening Eny Angrek. Pengembalian kerugian negara sudah menjadi tanggung jawab Eny Angrek .

” Kami akan buktikan peranan Eny Angrek sebagai kontraktor di lapangan.Dia harus bertanggung jawab dalam hal pengembalian kerugian negara ,”ungkapnya.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Ida Bagus Dwiantara beranggotakan Jult Lumban Gaol dan Anshori Saefuddin. (*Sari)