Masyarakat Delang Tuding Asisten Flotim berlaku Seperti Anak Kecil

ZONA LINE NEWS, LARANTUKA- Ruas jalan Kota Larantuka, Kecamatan Larantuka menuju Waikeibang, Kecamatan Tanjung Bunga dan sekitarnya beberapa minggu terakhir sedikit tersendat di Delang, Desa Mudakaputu, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur (Flotim). Pasalnya Ruas jalan tertutup sampah yang umumnya diangkut dari Kota Larantuka dibuang di tempat itu. Anehnya tumpukan sampah yang menutup badan jalan itu dibuang lebih banyak oleh truk-truk sampah milik Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabuapten Flotim.

Pantauan Zona Line News, 19 Maret 2015 siang, Kepala Desa Mudakaputu Yohanes Purin Weking dan Pastor Kapela Paroki St Yosef Riangkemie Romo Benyamin Daud, Pr sedang berada di lokasi tumpukan sampah menutup badan jalan itu. Selain menumpuk, begitu banyak titik api dan asap berhamburan menutup dan mengganggu pemandangan. Sementara bau tak sedap dan ribuan lalat hijau mengempung tumpukan sampah di lokasi yang berdekatan dengan pesisir dan hutan bakau itu.

Kepala Desa Mudakaputu, Kecamatan Ile Mandiri Yohanes Purin Weking, kepada wartawan, di lokasi tumpukan sampah Delang, Kamis 19 maret 2015 mengatakan tumpukan sampah tersebut sudah sangat mengganggu aktifitas baik para pengguna jalan maupun masyarakat sekitarnya. Masalah tersebut sudah berulang-ulang disampaikan ke Anggota DPRD dan terakhir baru-baru ini saat sosialisasi Ranperda di Kecamatan, ada 8 desa di wilayah tersebut sudah menyampaikan agar diperhatikan dan sevgera dipindahkan lokasinya.

Weking mengatakan ruas jalan yang tertumpuk sampah hingga menutup badan jalan merupakan ruas jalan dari Larantuka menuju Kecamatan Tanjung Bunga. Herannya, sampah-sampah tersebut dibuang dari mobil truk-truk sampah Badan Lingkungan Hidup (BLH). Lokasi menjadi tempat buang sampah dari kota. Sehingga diaharapkan Segera pindahkan lokasi pembuangan sampah tersebut dan segera bersihkan.

Romo Benyamin Daud, pada kesempatan yang sama meminta pemerintah dalam hal ini instansi terkait memperhatikan dan memindahkan lokasi pembuangan sampah di Delang. Selain sangat mengganggu jalan, juga sangat merusak lingkungan sekitar karena tempat pembuangan tersebut berada di pesisir pantai sehingga sangat merusak ekosistem dan tumbuhan laut lainnya yang berada disekitanya.

Disaksikan media Ini, akibat tumpukan sampah yang menutup badan jalan tersebut, aktivitas masyarakat dan terutama pengguna jalan. Kepala Desa Yohanes Weking dan Romo Benya Daud yang saat itu masih dilokasi melihat ada mobil dinas hendak melintas. Setelah mobil dengan makin mendekat, Kades Yohanes Weking dan Romo Benya Daud menahan dan menyampaikan agar dikondisikan hal itu pada instansi terkait. Ketika mobil dinas yang kemudian diketahui didalamnya Asisten III Bidang Pemerintah Umum Pemkab Flotim Mikhael Bulet pun langsung berhenti.

Kades Yohanes Weking dan Romo Benya Daud memberitahukan dan menujukan tumpukan sampah itu dan meminta agar Asisten III Pemerintah Kabupaten Flores Timur , Mikhael Ruron bisa menghubungi BLH Flotim mengatasi masalah itu. Kades Yohanes Weking memberitahukan pada Asisten III kalau masyarakat akan menutup jalan ini dengan sampah karena tidak bisa diatasi. Sempat terjadi balas membalas pembicaraan. Dengan nada tidak bersahabat Asisten III Mikhael Bulet Ruron mengatakan. “Saya sedang tugas. Saya tidak repot. Saya tidak hanya urus soal ini saja. Tugas kami bukan saja atur cuma 1 orang. Kau omong gampang. Kalau mau tutup jalan ini ya tutup saja.”

Sementara itu, Ketua DPRD Flotim Yoseph Sani Bethan bersama Anggota Yohanes Kolin dan Usman Malik yang dikabarkan langsung bergegas ke lokasi tumpukan sampah Delang. Tampak, di lokasi pada siangnya, Kepala Badan Lingkungan Hidup Petrus Maran, Camat Ile Mandiri, Kepala Desa Mudakaputu, Romo Benya Daud dan sejumlah pegawai dan masyarakat berada di lokasi itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Flotim Yoseph Sani Bethan, kepada Zona Line News, dilokasi tumpukan sampah mengatakan tempat pembuangan sampah itu sudah tidak layak lagi dan harus segera dipindahkan ke tempat lain. Sangat prihatin dengan kondisi tumpukan sampah yang begitu banyak hingga menutup badan jalan. Lokasi itu sudah belasan tahun maka perlu segera direlokasi ke lokasi yang sudah direncanakan yaitu di Riangkoli, Kecamatan Tanjung Bunga.

“Masyarakat marah dengan tumpukan sampah di lokasi itu, karena selama ini mereka merasakan dampaknya langsung. Kita prihatin dengan kondisi ini. Kami kesini melihat langsung dan kita akan merelokasi ke tempat yang sudah ditentukan. Tidak bisa sampai begitu,” katanya.

Kepala BLH Flotim Petrus Maran kepada Zona Line News, dilokasi yang sama mengatakan solusi jangka pendek yang akan dilakukan agar tumpukan sampah ini tidak terus menutup jalan, pihaknya akan mendatangkan alat berat untuk mengeruk sampah-sampah tersebut. Lokasi tersebut sudah tidak layak dan tidak bisa lagi menampung sampah. Tumpukan tersebut terjadi karena selama 3 minggu alat berat tidak ada. Tapi sudah diupayakan dan sudah akan dilakukan pengerukan.

“Setelah itu kita akan arahkan ke lokasi relokasi TPA di Riangkoli, Sina Malaka. Lokasi sudah ada hanya fasilitasnya belum. Lokasi ini selama ini sesungguhnya bukan TPA tapi pembuangan sementara namun akhir bisa tertumpuk begini. Kita akan segera selesaikan,” katanya.

Salah satu masyarakat yang turut hadir di tempat kejadian mengeritisi tindakan Asisten 3 pemda Flotim yang dengan nada meninggih sepertinya mara akan mobilnya di tahan untuk menyampaikan bahwa tumpukan sampa di badan jalan hingga menutup badan jalan dan sangat mengganggu arus transportasi. Permintahan tersebut malah di nilay asisten sebagai bentuk tanda protes warga. “asisten tiga ini macam anak kecil saja, ditahan untuk memberitahukan malah balik ,marah akdes, ini lucu masa pejabat bertindak seperti anak kecil,” kritik masyarakat. *(L1)