Masyarakat Labala-Leworaja Minta Daerah Khusus Bagi Desa Bersejarah

ZONALINENEWS-LEMBATA,- Tokoh masyarakat Desa Labala Leworaja di Kecamatan Wulandoni Kabupaten Lembata meminta perlu adanya pemberlakuan daerah khusus bagi daerah atau desa bersejarah sehingga tidak terjadi pembohongan publik atas keberadaan desa-desa bersejarah di kabupaten Lembata.

Anggota DPD RI , asal NTT Syafurdin Atasoge berdiolag dengan masyarakat Desa Labala Leworaja di Kecamatan Wulandoni Kabupaten Lembata

Anggota DPD RI , asal NTT Syafurdin Atasoge berdiolag dengan masyarakat Desa Labala Leworaja di Kecamatan Wulandoni Kabupaten Lembata

Hal ini di sampaikan oleh Hadi Abdullah , tokoh masyarakat Labala Leworaja saat tatap muka dan silaturhami bersama anggota DPD RI asal NTT Syafrudin Atasoge di desa Leworaja kecamatan Wulandoni kabupaten Lembata Sabtu 14 Maret 2015 .

Menurut Hadi, pemberlakuan daerah khusus ini penting sehingga bisa menjadi cerita yang akan di wariskan kepada anak cucu di kemudian hari jika tidak, maka akan menimbulkan pemahaman sejarah yang keliru bagi generasi yang akan datang.

“ Belakangan ini banyak bermunculan daerah-daearah baru yang menurut sebagian orang adalah daerah bersejarah namun tidak di dukung dengan fakta atau kejadian yang terjadi pada masa lampau, sehingga ini perlu di dorong kepada pemerintah daerah agar mampu memperhatikan kondisi ini,”ungkapnya.

Menanggapi permintaan dari tokoh masyarakat, anggota DPD RI asal NTT Syafrudin Atasoge yang merupakan putra Lamaholot menyampaikan bahwa inventarisir daerah bersejarah di NTT perlu di lakukan sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran sejarah bukan saja hanya menjadi warisan cerita namun di dorong menjadi satu mata pelajaran di sekolah-sekolah agar tidak putus dalam penuturan sejarah. “Kita tidak mungkin menghindari terjadi berbagi versi dari masing-masing daerah dalam menuturkan sejarah namun, itu jika di lakukan dalam penuturan bersama dan di dukung dengan bukti-bukti peninggalan masa lampau maka itu menjadi sebuah kebenaran yang autentik,”ungkapnya.

Tokoh muda Labala Leworaja Muhammad Rifai Mayeli dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa ketidseriusan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten yang kurang memperhatikan infrastrutur baik berupa jalan maupun jembatan sehingga kondisinya sangat memprihatinkan.

“kami merasa sangat di anak tirikan oleh pemerintah dalam jatah menerima kue pembangunan di wilayah Lembata, pembanguna di kabupaten Lembata hanya menitik beratkan pada dua wilayah yakni Kedang dan Ile Ape karena pertimbangan geo politik.

Menanggapi pertanyaan ini, Syafrudin Atasoge menaruh perhatian serius pada kondisi infrastuktur di Kabupaten Lembata yang rusak parah. Masih banyak daerah di Lembata yang belum ada jembatan penguhubung,masyarakat harus melewati kali jika menyebrang, kondisi ini sangat meresahkan warga masyarakat yang melintas di jalan utama apalagi saat musim hujan. “ Di butuhkan sinergisitas antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinisi dalam mengatasi masalah infrastruktur karena ini sudah masuk dalam kegetori rawan darurat ,” jelas mantan pengurus PBHMI ini.

Lebih jauh syafrudin atasoge menggambarkan bahwa,perlu adanya usulan moratorium pembangunan di wilayah barat indonesia dan coba di alihkan ke wilayah timur indonesia selama dua tahun maka kondisi ini bisa di minimalisir jika tidak maka kita hanya bisa meratapi kegalauan dalam pembangunan karena anggaran sangat sedikit. (*bambang)