Oknum Guru SD Cabul Di Kota Kupang Dituntut 5 Tahun Penjara

Zonalinenews – Kupang ,- Yulius Weni salah satu oknum guru SD di Kelurahan Nefonaek , Senin 23 maret 2015 , dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang selama lima (5) tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) kelas 1 A Kupang. Terdakwa terlibat dalam kasus dugaan pencabulan terhadap siswinya.Tuntutan dibacakan JPU, Kadek Widianti.

Hakim Ketua  Achmad Lakoni

Hakim Ketua Achmad Lakoni

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Achmad Lakoni beranggotakan , Benny Eko Supriadi dan Jamser Simanjuntak . Kadek menyebutkan , terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2012 tentang perlindungan anak.

Selain penjara 5 tahun , JPU mengatakan terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 100 juta , yang apabila tidak dibayar akan digantikan dengan kurungan penjara selama enam bulan . Atas tuntutan JPU tersebut , dua penasehat hukum (PH) terdakwa , Filmon Mikson Polin dan Novan Erwin Manafe akan mengajukan pelodi (pembelaan) pada persidangan pekan depan.

Sebagaimana diberitakan, Yulius diringkus dari sekolah tempat dia mengabdi dan dijebloskan ke sel tahanan Polsek Kelapa Lima tanggal 25 september 2014. Untuk melancarkan aksinya , korban memanfaatkan momen latihan renang yang dilakukan di kolam renang salah satu hotel ternama di Bilangan kelapa lima. Saat berada di kolam , pelaku bertindak seolah – olah sedang menuntun dan menahan tubuh siswa agar tidak tenggelam .Namun kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi tak senonoh terhadap anak didiknya. Ironisnya, yang lebih banyak dilatih kebanyakan pelajar putri, sedangkan pelajar putra lebih banyak menonton dari pinggir kolam.

Nahkan mereka turut menyaksikan teman putri itu diperlakukan tidak senonoh oleh gurunya. Selain dikolam renang , pelaku juga memanfaatkan kesempatan menjamah areal terlarang siswinya, saat memberi materi pelajaran olahraga seperti kayang, koprol depan dan belakang ,dan lainnya.

Perbuatan bejad ini akhirnya terungkap setelah empat siswi kelas VI, memberitahukan kepada orang tua masing -masing ,sehari sebelum penangkapan. Atas perbuatan itu, terdakwa didakwa dengan pasal berlapis, yakni pasal 23/2002 tentang perlindungan anak ,Pasal 294 ayat (2) ke -2e KUHP dan pasal 281ke-1 KUHP.(*sari)