Oknum Polisi Reskrim Flotim Diduga Memeras Warga Solor

Zona line News,Larantuka- oknum polisi yang bertugas pada Polres Flotim bagian Reskrim yang memiliki jabatan cukup penting berinisial (RF), diduga memeras salah satu warga solor hendak menyebrangkan kayu dari pelabuhan laut Larantuka. Semenetara aturan bongkar muat barang di pelabuhan menjadi kewenangan Polisi KP3 (Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Laut) Larantuka.

Kasubag humas Ern Romakia didampingi kepala KP3Laut Aiptu Herry R

Kasubag humas Ern Romakia didampingi kepala KP3Laut Aiptu Herry R

Apabila terjadi indikasi pelanggaran maka pihak KP3 Laut akan melakukan koordinasi melalui reskrim Flotim melalui kasat reskrim, itu merupan perintah komando yang benar. Namun kejadian ini malah terbalik, pihak reskrim langsung menangani segala dugaan kesalahan di pelabuhan laut tanpa berkoordinasi dengan pihak KP 3 laut.

Kepala KP3 Laut Aiptu Herry R, didampingi kasubag Humas Polres Flotim Erna Romakia ketika ditemui media ini di kantornya pada 23 Maret 2015 membenarkan hal tersebut bahwa ada oknum anggota reskrim melakukan penahan kayu yang hendak di bawah menuju pelabuhan laut pamakayo. “Kayu tersebut baru diturunkan dari kapal Asia Prima. Kayu yang baru diturnkan digunakan untuk membuat dapur rumah, bukan kayu penyelundupan, sebanyak 47 batang, kayu tersebut tidak mengantongi surat-surart, “tegas Herry.

Katanya lagi, berdasarkan aturan KP3 Laut mempunyai kewenangan penuh dalam kegiatan bongkar muat barang dan manusia di pelabuhan laut, apabila terjadi indikasi pelanggaran maka pihak KP3 Laut mwlakukan kordinasi melalui kasat reskrim polres Flotim Anton Mangge. Itu garis komando yang benar.

Hal senda juga dikatakan kasubag Humas polres Flotim Erna Romakia,kegiatan bongkar muat di pelabuhan laut larantuka dipantau langsung oleh KP3 laut, apabila terjadi indikasi pelanggaran maka dilakukan koordinasi dengan pihak polres Flotim melalui kasat reskrim, sambil menunggu tindak lanjut dari kapolres Flotim, dan itu garis komando yang benar.

Pemilik kayu, Erson Hayon di pelabuhan laut Larantuka menuturkan, kayu yang dibawah ke solor dibawa dari surabaya berjumlah 47 batang dengan menggunakan kapal Asia Prima. Dirinya tidak mempersoalkan penahanan tersebut apabila dilakukan oleh pihak KP3 Laut, karena kayu tersebut tidak memiliki dokument.

Katanya lagi, yang disesalkan adalah oknum polisi reskrim yang melakukan penahanan kayu tersebut. Apa fungsi KP3 laut bila semua pekerjaan dirampas oleh pihak polisi yang bukan bekerja pada pos tersebut ?…… ,”tanyanya.

Lanjutnya lagi, karena tidak mau urusan panjang lebar sehingga oknum polisi tersebut dikasih uang. “Kasih dia uang dua ratus ribu, ”tuturnya.

Aktivis muda asal solor Robert Ledor ketika dimintai tanggapannya menuturkan, oknum polisi yang diduga melakukan pemerasan kepada masyarakat sebenarnya kapolres Flotim menindak tegas oknum yang sering berlaku arogan dan meminta uang. Kasihan masyarakat yang suda miskin di miskinkan lagi. Tidak puas dengan gaji yang dibayar negara sehingga harus bertindak seperti itu.

Katanya lagi, kewenangan bongkar muat dipelabuhan menjadi kewenangan penuh KP3 Laut, dan apabila terjadi indikasi pelanggaran yang ditemukan ditangani langsung oleh KP3 laut, bukan reksrim apalagi kegitan penahanan kayu tidak melakukan koordinasi sebelumnya dengan pihak KP3 Laut, tetapi bertindak sendiri.

“Saya minta kapolres Tindak tegas oknum polisi tersebut, bila perlu dipecat, karena melanggar kerja temannya yang lain. Sangat memalukan oknum polisi itu,”ungkap Ledor. (*Atakey)