“Operasi” Cabut Sehen, Petugas PLN Dinilai Warga Tidak Santun

ZONALINENEWS-NGADA,- Warga Desa Benteng Tawa menilai beberapa petugas PLN tidak santun saat laksanakan operasi cabut lampu sehen di rumah para pelanggan. Alasan dilaksanakan cabut lampu sehen karena para pelanggan tidak membayar iuran bulanan sebesar 36 ribu rupiah.

Lampu sehen di rumah para pelanggan di rumah warga desa Benteng Tawa

Lampu sehen di rumah para pelanggan di rumah warga desa Benteng Tawa

”Kami warga memang telat bayar. Bahkan sudah sampai 20 bulan, ada yang 15 bulan, ada yang 10 bulan. Kalau petugas PLN mau cabut ya cabut saja. Tapi, kami sangat kecewa dengan petugas PLN yang cabut sehen saat pelanggan tidak di rumah. Petugas PLN nekat naik ke atap rumah cabut modul, sedangkan lampunya tidak diambil, karena pintu tutup”, ungkap seorang warga yang namanya tidak mau disebut.

Hal ini terjadi di Dusun Waesaok dan Dusun Lindi. Di Dusun Lindi petugas ‘gagahi’ atap rumah seorang ibu guru yang saat pemeriksaan ibu guru tersebut masih di sekolah. Beberapa warga yang saksikan tindakan tidak santun itu langsung memberitahu petugas PLN supaya aksi tak santun tidak berlanjut ketika operasi cabut sehen di wilayah Dusun Damu.

”Saya memang dekat dengan mereka, bahkan tidur di rumah. Ya, kalau mau cabut ya cabut, yang mau bayar ya bayar, warga tetap patuh. Karena itu aturan. Tapi yang jadi kelemahan petugas PLN adalah tindakan yang tidak santun itu. Saya harap tidak lanjut ke dusun Damu”, ungkap Alfons Nai kepala Dusun Waesaok saat kunjung kerabatnya di Dusun Damu.

Menurutnya, petugas PLN hari ini operasi sehen di wilayah kecamatan Riung, sedangkan di Dusun Damu, jadwalnya Senin 23 Maret 2015 lalu. Informasi beredar selanjutnya bahwa petugas PLN tidak lagi turun ke Dusun Damu, tapi warga Dusun Damu sendiri yang bayar di petugas pungut yang ada di desa Benteng Tawa.(*intan)