Para Purel Di Kota Kupang Terjaring Razia KTP

Zonalinenews – Kupang, Ratusan wanita  (Public Relation) Purel dan pekerja sex komersial (PSK) dibeberapa tempat hiburan malam dan tempat lokalisasi di Kota Kota Kupang, Jumat 28 Februari 2015 pukul 22.30 terjaring razia kartu tanda pemduduk (KTP) oleh Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dispencapilduk) Kota Kupang. “Razia yang dilakukan oleh  Dispencapilduk  adalah razia rutinitas setiap, dan selalu melibatkan aparat POM TNI dan Polres Kupang Kota.

Para Wanita di salah satu tempat hiburan  malam di kota Kupang

Para Wanita di salah satu tempat hiburan malam di kota Kupang

“Kata Kepala Dinas (Kadis) Dispencapilduk) David Mangi kepada wartawan di lokasi Pub dan Karaoke  Venice Kota kupang, Jumat 27 Februari 2015 pukul 02.30 wita. Lanjut Davit, bagi Purel dan PSK yang yang berasal dari daerah luar Kota Kupang yang terkena razia dan kedapatan tidak memeliki KTP Kota Kupang atau surat keterang berdomesili dari lurah setempat maka para Purel dan PSK tersebut akan ditilang dan diambil uang jaminan sebesar 100 ribu perorang.

Uang jaminan yang di ambil oleh Dispencapilduk kata David, nantinya akan dikembalikan lagi pada saat pihak managemen datang untuk mengusrus semua persaratan di Dispencapilduk Kota Kupang dan pihak managemen tempat lokalisasi maupun Pub dan Karaoke wajib membawa blangko tilang yang di berikan Dispencapilduk pada saat razia, dan pihak managemen juga wajib membawa semua kontrak – kontrak para pekerja dari luar daerah yang datang mencari kerja di Kota Kupang  sehingga semuanya bisa terdata dengan baik. “Razia KTP oleh Dispencapilduk dilakukan selama satu minggu dan sebeum kami lakukan razia pada tempat hiburan malam dan tempat lokalisasi kami sudah melakukan oprasi jalananan dibeberapa titik jalur artenatif di Kota Kupang dan juga razia dilakukan pada kos – kosan, “katanya.

Dikatakan, razia ini dilakukan karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dari dalam Kota Kupang maupun dari daerah luar Kota Kupang yang datang mencari kerja diwilayah Kota Kupang untuk memiliki KTP atau identitas berdomesili yang jeles. “Seluruh warga yang terkena razia baik itu warga asli Kota Kupang maupun warga dari luar Kota Kupang yang datang untuk bekerja di Kota Kupang yang terjaring razia KTP dan diberikan balangko tilang hanya dengan jangka waktu 30 hari untuk malakukan pengrusan di Dispencapilduk Kota Kuapang, “ungkapnya. (*hayer)