Pasar yang di Bangun Pemkab Flotim Mubazir

ZONA LINE NEWS, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) melalui dinas/instansi terkait membangun fasilitas umum tanpa perencanaan matang dan peruntukan bangun yang jelas dan tegas meski tidak sedikit dana yang sudah digelontorkan dari alokasi dana daerah, Provinsi maupun pusat. Betapa tidak, selain Pasar Ikan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Amagarapi, Bangunan Los menyerupai lapak pasar di areal Terminal Weri, Pasar Buah Sarotari yang berlokasi di Sarotari hingga kini tidak berfungsi alias mubajir dan terkesan hanya membuang-buang anggaran saja.

Pantauan media ini, selama sepekan dan terakhir pada Sabtu 28 Februari 2015, bangunan lapak jualan pada Pasar Buah Sarotari yang lokasinya berdampingan dengan Gedung Multievent Hall Orang Muda Katolik atau berada di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Flotim itu menjadi tempat tidur siang dan malam anjing-anjing, entah itu anjing liar atau anjing peliharaan. Bangunan pasar itu pun dari kejauhan seperti kuburan. Pada bagian depannya terdapat tempat sampah yang berserahkan. Belum lagi disekelilingnya tumbuh rumput liar yang tinggi.

Warga Kota Larantuka, fransikus Keba, kepada wartawan Sabtu 28 Februari 2015 mengatakan selain menjadi tempat tidur anjing, pada malam hari sekitar bangunan Pasar Buah Sarotari tampak sangat gelap gulit. Tidak tersedia lampu penerangan jalan atau lampu dalam areal pasar tersebut, sehingga kalau melintas di depannya tampak dari kejauhan seperti kuburan saja.

“Gelap gulita. Pasar dibangun tampa perencana, ya seperti ini. Hingga kini tidak difungsikan. Masa di tengah kota bangun pasar buah. Aneh-aneh saja pemerintah kita ini. Hanya buang-buang anggaran saja, lebih baik bangun pasar souvener atau pasar hasil kerajinan lokal dan kuliner lokal. Atau anggarannya untuk bangun infrastruktur jalan di desa-desa terisolir di Flotim daratan yang masih jauh dari memadai,” katanya.

Pedagang Tidak Tahu

Selama beberapa pekan, sungguh aneh, tapi nyata. Meski ada fasilitas bangunan Pasar Buah Sarotari di Kelurahan Sarotari, yang dibangun atas kerjasama Kementerian Perindustrian Perdagangan dan Pemerintah Kabupaten Flotim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan tahun anggaran 2014 itu, namun sebagian besar pedagang buah-buahan di Larantuka entah tahu atau tidak tahu kalau ada pasar khusus buah-buahan di Larantuka. Pedagang buah-buahan lebih memilih menjual buah-buahan di pasar umum, seperti di Pasar Inpres Larantuka, sebagian badan jalan umum di Kota Larantuka, atau pinggir jalan dan trotoar.

Nurharyati, pedagang buah musiman di Larantuka, kepada wartawan, Jumat 27 Februari 2015 pukul 09.00 wita mengatakan dirinya tidak mengetahui kalau ada pasar buah-buahan di Larantuka. Karenanya ia dengan menggunakan mobil pick up menjual buah-buahan di pinggir jalan umum di sekitar Pasar Inpres Larantuka. Ia akan tetap berjualan keliling di jalanan, karena tidak ada tempat untuk berjualan buah-buahan dan sosialisasi atau mengarahkan pedagang buah-buahan ke Pasar Buah Sarotari di Kota Larantuka.

Tempat Jemuran

Pantauan yang sama terlihat pada bangunan los menyerupai pasar di areal Terminal Weri, Kelurahan Weri. Bagian los dalam sekarang menjadi tempat jemuran pakaian bagi para penghuni yang tinggal di sekeliling bangunan menyerupai pasar tersebut. Hal lainnya di Pasar Ikan PPI Amagarapati juga sama. Pasar yang dibangun dengan dana ratusan juga bahkan milyaran rupiah tersebut hanya menjadi tempat tidur siang dan malam untuk melepas lelah.

“Bangunan megah itu dibiarkan kosong sementara para pedagang berjualan persis di pintu masuk pasar tersebut dan dibiarkan saja. Tidak ada penertiban dan mengarahkan pedagang manfaatkan los bangunan itu pasar ikan itu untuk berdagang. Sudah lama kita dengar dan baca di Media Massa, dinas terkait dan Pol PP tertibkan tapi tidak pernah kita lihat itu, yang ada malah nonton saja,” kata sejumlah warga Kota Larantuka, Sabtu 28 Februari 2015 . (*polce)