PEOPLE POWER RAKYAT NGADA DUDUKI PASAR INPRES BAJAWA

ZONALINENEWS BAJAWA-Sedikitnya sekitar delapan ratusan orang dari gabungan pedagang sembako, pedagang textil dan elemen masyarakat Kabupaten Ngada Kota Bajawa Flores melakukan aksi besar-besaran menduduki Pasar Inpres Bajawa, 24 Maret 2015.

para Pedagang Bongkar Pagar Pasar inpress Bajawa

para Pedagang Bongkar Pagar Pasar inpress Bajawa

Pantauan media ini 24 Maret 2015, ratusan pedagang mendatangi Pasar Inpres Bajawa yang ditutup oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada. Sejak pukul 10.00 wita mereka berorasi di depan Pasar Inpres hingga akhirnya membongkar pagar pintu masuk Pasar Inpres Bajawa yang dibuat sebelumnya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada Kepemimpinan Bupati Marianus Sae.

Melalui orasi aspirasi multi elemen mereka menyatakan sikap tegas melawan Keputusan Bupati Ngada yang menutup Pasar Inpres Bajawa dengan alasan penataan pasar ataupun pengembangan pasar. Sebaliknya mereka menyatakan pedagang dan masyarakat Ngada mendukung kebijakan Bupati Ngada melakukan penataan kota ataupun  pengembangan pasar tetapi tanpa harus menutup Pasar Inpres Bajawa. Aksi besar-besaran para pedagang ini berujung dengan pembongkaran seluruh pagar pintu masuk Pasar Inpres Bajawa yang dibuat oleh Pemda Ngada. Menurut mereka dampak dari kebijakan penutupan paksa Pasar Inpres Bajawa telah berimplikasi langsung meruginya ratusan pedagang di Ngada yang bangkrut modal usaha hingga tidak dapat membiayai pendidikan anak-anak mereka di bangku sekolah dan gulung tikar.

Sementara menurut juru bicara forum gabungan peduli nasib pedagang, Florianus Lengu, aksi people power ini merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengawasi tata kelola daerah yang mengalami kebangkrutan ekonomi akibat terapan kebijakan yang terlalu tergesa-gesa oleh penguasa daerah dan mencekik warga masyarakat sendiri. “Aksi people power ini merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengawasi tata kelola daerah yang mengalami kebangkrutan ekonomi akibat terapan kebijakan yang terlalu tergesa-gesa oleh penguasa daerah dan mencekik warga masyarakat sendiri”, tegas Lengu.

Kepada wartawan perwakilan PMKRI Calon Caban Ngada, Arigius Bello menyatakan keterlibatan ratusan pedagang bersama forum gabungan dan elemen masyarakat Ngada dalam aksi besar ini adalah aksi penegasan rakyat Ngada bahwa pemerintah selaku mandataris kekuasaan atau pemangku amanat rakyat harus selalu merefleksi diri agar senantiasa berpihak kepada masyarakat. “Azas dari, oleh dan untuk rakyat telah dipermainkan di daerah ini, maka apa yang terjadi hari ini adalah sebuah penegasan rakyat kepada para pemangku amanat untuk selalu santun terhadap pemilik sah negeri ini, dalam hal ini rakyat Ngada. Kekuatan Ngada juga bersumber dari sumbangsih Pasar Inpres Bajawa yang di dalamnya adalah warga Ngada, karenaitu aksi besar hari ini adalah perwujudan dari sikap perhatian public terhadap keberpihakan yang nyaris punah di daerah ini. Rakyat mana yang mau diatur kalau semua kondisi ini ditontoni begitu saja”, ujar Bello.

Sementara itu perwakilan pedagang, Ibu Oce dalam nada orasinya memaparkan kondisi pedagang di Ngada banyak yang jatuh miskin sejak ditutupnya Pasar Inpres Bajawa. Dia juga mengungkapkan tidak sedikit pedagang dililit hutang atas tagihan pinjaman yang tidak bisa ditanggulangi lagi oleh para pedagang karena dagangan di Pasar Boubou Bajawa merugi bahkan bernasib gulung tikar. “Sejak kami dipindahkan dari Pasar Inpres Bajawa banyak pedagang bangkrut karena sepih pembeli. Banyak pedagang dililit hutang tagihan, tidak mampu membiayai anak-anak di bangku sekolah bahkan untuk bertahan hidup keluarga pun semakin mengalami kesulitan. Kami tidak meminta pemerintah memberi kami uang tetapi berilah kami mata kail untuk kami bisa berkembang dan bisa hidup normal. Pasar Inpres Bajawa sebagai tulang punggung dan penyangga kehidupan ratusan pedagang ditutup paksa, apakah pemerintah senang melihat kami susah?”, ungkap Ibu Oce dalam orasinya di hadapan ratusan warga yang menyaksikan demonstrasi besar di kota Bajawa 24 Maret 2015

Dalam aksi besar ini tidak nampak satupun utusan DPRD Ngada maupun pemerintah menemui ratusan pedagang guna membahas tuntutan para pedagang membuka kembali Pasar Inpres Bajawa bagi masyarakat Ngada. Hingga berita ini diturunkan media belum berhasil mendapatkan tanggapan Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada terkait status Pasar Inpres Bajawa bagi masyarakat Ngada. (*wrn)