Piet Nuwa Sebut Rencana Pembangunan Pasar Boubou Tidak Untuk Menutup Pasar Inpres Bajawa

ZONALINENEWS-NGADA-Mantan Bupati Ngada Periode 2004-2009, Drs. Piet Nuwa Wea dihubungi media ini 26 Maret 2015 melalui teleponya dari kota Kupang Nusa Tenggara Timur menyatakan ‘dalam rencana pembangunan daerah kepemimpinannya bersama wakil bupati Ngada Nikolaus Dopo (2004-2009), Pembangunan Pasar Boubou Bajawa Kabupaten Ngada Flores adalah Pasar Pengembangan yang tidak sekalipun dimaksudkan untuk menutup Pasar Inpres Bajawa.

Drs. Piet Nuwa Wea

Drs. Piet Nuwa Wea

Menurut dia, berdasarkan perkembangan kota, perkembangan pemukiman, kepadatan kota Bajawa yang berkembang pesat dari waktu ke waktu maka dalam masa kepemimpinannya pihak executive bersama legistlativ bersepakat untuk membangun satu pasar baru yaitu Pasar Boubou sebagaimana Rencana Tata Ruang Kota guna menampung kebutuhan masyarakat daerah pada perkembangan dan tuntutannya di masa-masa mendatang.

Pengkondisian Pasar Boubou, kata Mantan Bupati Ngada Piet Nuwa, tidak dilakukan untuk menghapus kedudukan pasar lainnya dalam hal ini untuk menutup Pasar Inpres Bajawa yang adalah satu-satunya Pasar Induk di Kota Bajawa, sebab, tambah dia, Pasar Boubou hanyalah sebagai pasar pengembangan di daerah yang dikondisikan guna menampung kebutuhan asyarakat Kabupaten Ngada pada periode centra ekonomi baru

“Awal mula pembangunan Pasar Boubou dilakukan pada masa tugas saya sebagai Bupati Ngada bersama Pa Niko Dopo selaku Wakil Bupati yang memiliki acuan pikir dan prinsip menjadikan psar baru sebagai pasar pengembangan guna mendukung dan memperkuat roda perekonomian daerah serta mendukung kedudukan Pasar Inpres Bajawa sebagai pasar induk di jantung ibu kota Kabupaten Ngada,”demikian tegas Piet Nuwa yang juga salah satu ahli perencana pembangunan di NTT.

Dia menambahkan, Pasar Inpres Bajawa sebagai pasar induk atau pasar central bagi warga Ngada dibangun untuk melayani kebutuhan masyarakat di Kota Bajawa dan sekitarnya, namun perkembangan Kota Bajawa sangat pesat hingga daya tampung Pasar Inpres diprediksi akan sangat padat, karena itu Pemerintah Daerah bersama DPRD Ngada periode kepemimpinannya mencarikan jalan keluar membuka satu pasar baru sebagai rencana pengembangan sesuai dengan rencana tata ruang kota Kabupaten Ngada.

Pendirian Pasar Boubou, menurut Piet Nuwa yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bapeda Bidang Provinsi NTT, Asisten III Setda NTT dan pernah menjadi Anggota DPR/MPR-RI dua periode, menurut dia dicetuskan dengan dukung visi dan misi berbagai perencanaan pembangunan lainnya namun karena masa tugasnya sudah berakhir maka hal ini tidak bisa dituntaskan sebagaimana yang direncanakan.

“Pasar Boubou itu dibangun dengan visi sebagai pasar pengembangan yang tentunya seirama dengan rencana tata ruang kota. Pada masa kepemimpinan saya sebagai Kepala Daerah Kabupaten Ngada, pembangunan Pasar Boubou Bajawa telah didukung dengan berbagai rencana lainnya seperti membuka akses jalan dari Hobosara Golewa masuk ke masuk kota Bajawa ataupun rencana-rencana lainnya seperti membangun beberapa kantor pemerintah untuk ditempatkan di jalur Boubou agar mendukung keramaian-keramaian baru di Boubou sebagai daerah pengembangan ataupun sebagai centra ekonomi baru selain yang sudah ada di Kota Bajawa. Pembangunan Kantor DPRD Ngada, rencana pembangunan kampus dan lain sebagainya sebenarnya bisa diarahkan ke jalur yang sama dalam hal ini ke jalur Boubou guna mendukung pengkondisian Pasar Boubou sebagai centra ekonomi baru atau basis permukiman baru. Saya pikir kita semua tau bahwa setiap masa pasti ada orangnya dan setiap orang pasti ada masanya begitu pula kepemimpinan pun mempunyai batas waktu kan, jadi strategy pembangunan berkelanjutan lah yang dipakai sebagai azas untuk menjawab rencana demi rencana pembangunan bangsa agar setiap periode kepemimpinan bisa saling menunjang antara satu dengan lain guna menyelesaikan berbagai agenda dan rencana-rencana yang sudah dikerjakan oleh para pemimpin sebelumnya maupun agenda dan rencana-rencana pemimimpin yang sedang memimpin sebuah wilayah. Dengan konsep pemikiran seperti ini sudah jelas bahwa mengaktifkan Pasar Boubou sebagai Pasar Pengembangan, tidak berarti harus menutup Pasar Inpres yang sudah jauh-jauh hari berada di daerah dan manfaatnya pun telah menopang roda perekonomian Kabupaten Ngada dan yang paling utama adalah sudah memberikan sumbangsih terbesar bagi kehidupan dan kesejahteraan warga Kabupaten Ngada. Saya sebagai mantan Bupati Ngada berpikir bahwa dalam menumbuh kembangkan sebuah pasar pengembangan tidak bisa hal itu dilakukan secara serta merta apabila pembangunan lainnya ataupun kondisi kehidupan pasar baru itu belum ditunjang betul-betul dengan berbagai kesiapan lainnya yang nantinya dapat mendukung kemajuan ekonomi warga pedagang yang terjun berjualan disana. Semuanya harus dilakukan secara bertahab bahkan bila perlu secara alamiah sebab sebuah pasar hanya akan terbentuk dengan baik jika pemerintah mampu mengerjakan tugas-tugas pembangunan atau mampu berdiri sebagai fasilitator yang handal, teliti, arif, bertahab dan terencana,” tambah Piet Nuwa.

Dia mencontohkan di berbagai daerah lain seperti kota Kupang, pemerintah membangun beberapa pasar baru bagi penduduknya dengan prinsip-prinsip perencanaan yang sangat memadai, profesional, berkearifan, pro rakyat dan sangat akurat hasilnya bagi warga masyarakat. Pembangunan pasar baru, lanjut dia, tidak diartikan agar pasar yang lama ataupun pasar induk harus ditutup tetapi sebaliknya justeru harus dirawat dengan perhatian yang lebih besar lagi agar masyarakat tidak diusik kenyamanan mereka dalam menopang roda perekonomian keluarga maupun roda perekonimian daerah sebab pasar adalah salah satu sektor vital milik publik (masyarakat) yang bersentuhan langsung dengan hajat hiduo orang banyak.

“Penataan tidak berarti menutup sesuatu yang telah ada. Apalagi kalau kita bicara tentang pengembangan, pemajuan bangsa dalam terori pembangunan masyarakat sejahtera. Hal-hal yang telah ada harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya sesuai fungsi guna dan azas manfaat, lalu hal-hal yang bersifat pembangunan yang baru pun dibuat sebaik mungkin agar kehadirannya bisa menjadi energy baru bagi daerah dan masyarakat. Seperti di kota Kupang sini kan, ada Pasar  Naikoten, ada Pasar Oebobo dan pasar lainnya, cukup banyak kan?. Jadi intinya pada masa pemerintahan saya pembangunan Pasar Boubou adalah untuk pasar pengembangan yang kehadirannya tidak untuk menutup Pasar Inpres Bajawa sebab banyak sekali kebutuhan warga di Bajawa dan sekitarnya terpenuhi secara murah biaya angkot, mudah terjangkau, cepat dan hemat jika membutuhkan pasar. Sementaraitu pembangunan Pasar Boubou sebagai centra ekonomi baru yang didukung dengan perluasan pemukiman, perkantoran, akan sangat berguna bagi mereka yang tinggal di wilayah Boubou dan sekitarnya agar tidak perlu jauh-jauh naik ke kota Bajawa hanya untuk membeli seikat sayur labu. Inilah hal-hal sederhana yang sudah dipikirkan sebelumnya disamping masih banyak pertimbangan yang lebih besar lainnya atas pendirian Pasar Boubou Bajawa. Jadi inilah maksud pembangunan dan pengembangan pasar di Bajawa sesuai amanat tata ruang dan amanat pemenuhan kebutuhan masyarakat dan kaum pedagang untuk hidup sejahtera,”ungkap Piet Nuwa.

Sementaraitu wawancara media ini, 27 Maret 2015, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada kepemimpinan  Bupati Ngada Marianus Sae dan wakilnya Paulus Soliwoa melalui Kadis  Koperasi Anastasia Moi, SE mengungkapkan langkah menghidupkan Pasar Boubou Bajawa juga merupakan bagian dari kelanjutan pembangunan masa lalu  yang saat ini secara bertahab diselesaikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Ngada kepemimpinan Bupati Ngada Marianus Sae bersama wakilnya Paulus Soliwoa. Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada Kepemimpinan Bupati Ngada Marianus Sae dan Wakilnya Paulus Soliwoa melalui Kadis Koperasi Anastasia Moi, SE serta sebelumnya melalui Asisten Dua Daerah, Hironimus Watu, menegaskan Pasar Inpres Bajawa sudah ditutup oleh Pemda Ngada atau hanya menyisahkan status bekas Pasar Inpres (eks). Selanjutnya, Anastasia Moi, SE, mengungkapkan berdasarkan Keputusan Kepala Daerah Bupati Ngada Marianus Sae, Pasar Inpres sudah ditutup dan seluruh pedagang berpindah ke Pasar Boubou Bajawa.

Menurut dia, pemanfaatan bangunan  Pasar Inpres Bajawa sebagai sarana prasarana publik, oleh kepala daerah saat ini sudah dialih fungsi menjadi kantor jaga Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngada. Dia hanya menyebut Pasar Inpres sudah menjadi kantor Satpol PP Ngada. Pantauan media ini, Kantor utama Satpol PP Ngada yang berada di komples Kantor Daerah nampak tetap dibuka sebagai kantor utama dan kantor kerja Satpol PP Ngada saat menjadi dua kantor, yakni pertama kantor yang berada di dalam area Kantor Daerah Kabupaten Ngada, berikutnya sebuah kantor jaga baru yakni bekas Pasar Inpres Bajawa.

Terhitung tanggal 25 Maret 2015, selain Aparat Satpol PP Ngada nampak berkantor di Pasar Inpres Bajawa, nampak regu jaga Anggota Polisi dari Polres Ngada kepemimpinan AKBP. Made Oka dan Anggota TNI Unit Kodim Bajawa turut berkantor sementara di kantor jaga milik Satpol PP Ngada di Pasar Inpres Kota Bajawa Flores Nusa Tenggara Timur. Nampak regu patroli tim gabungan ini setiap harinya siaga mulai pagi hingga malam hari di Kota.(wrn)