PLN Tarik Sehen, Warga Desa Benteng Tawa Kembali Gunakan Lampu Minyak

ZONALINENEWS,NGADA- Aksi cabut lampu sehen oleh pihak PLN di rumah-rumah warga Desa Benteng Tawa, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada sungguh membuat warga resah tak berdaya. Peristiwa ini terjadi sejak dua hari lalu. Hari Rabu 18 Maret 2015 , petugas PLN cabut lampu sehen di Dusun Waesaok. Hari Kamis 19 Maret 2015 petugas PLN adakan aksi cabut sehen di Dusun Lindi. Pihak PLN akan lanjutkan operasi cabut sehen pada hari senin 23 Maret 2015 mendatang di wilayah Dusun Damu.

Nyala lampu Sehen Warga Desa Benteng Tawa

Nyala lampu Sehen Warga Desa Benteng Tawa

”Hari Senin warga Dusun Damu siap-siap bayar iuran lampu sehen, kalau tidak bayar lunas tunggakan, lampu sehen akan ditarik oleh petugas PLN Bajawa, ”demikian kata Ignas Lokang, seorang warga yang dianggap dekat dengan petugas PLN Bajawa.

Dirinya yang baru saja pulang dari kota Bajawa Jumad, 20 Maret 2015 langsung informasikan ke warga Damu melalui ketua RT agar pada malam minggu ketika doa rosario bisa himbau kepada warga agar warga tidak meninggalkan rumah.

”Hari senin petugas PLN datang di Damu, saya harap rumah-rumah tidak boleh kosong. Sebab, petugas PLN mau datang cabut sehen,”paparnya demikian.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa operasi cabut sehen oleh petugas PLN tidak anarkis. Pihak PLN sebelumnya sudah membuat surat pemberitahuan penarikan sehen ke kepala desa Benteng Tawa. Pihak desa sudah menindaklanjuti perintah surat tersebut kepada warga, tapi warga tetap tidak gubris dengan pemeberitahuan tersebut. ”Kalau pihak PLN mau datang tarik sehen, ya silakan. Itu tugas mereka, bagi warga yang mampu hanya siap bayar tunggakan iuran saja, bagi warga yang tidak mampu silakan sehennya ditarik, ” ungkap seorang warga yang tidak mau namanya dimediakan.

Petugas PLN juga hanya tarik sehen pada warga yang tunggakan iuran sudah sampai 10-20 bulan. Sedangkan 9-1 bulan tidak di tarik. Untuk itu, warga siap tunjukan bukti pembayaran kepada petugas PLN. Cara lain juga dapat dibayar dengan barang entah babi atau padi. Petugas yang selanjutnya bayar ke PLN dengan uang.(*Intan)