PMKRI Duga Adanya Konspirasi Tragedi Terputusnya Jalan Trans Flores

ZONALINENEWS-KUPANG,- PMKRI menduga Ada Konspirasi Antara CV Agogo Golden Group Dengan SATKER Wilayah IV, Di Balik Tragedi Terputusnya Jalan Trans Flores Akibat Longsor Di Kilo meter 17 Kabupaten Ende.

Kondisi  longsor di  jalan Trans Ende KM 17

Kondisi longsor di jalan Trans Ende KM 17

Persatuaan Mahasiswa Katolik Republik Indonesi Cabang Ende menduga telah terjadi konspirasi antara CV Agogo Golden Group bersama dengan SATKER Wilayah IV Di balik Tragedi terputusnya jalan Trans flores di KM 17 kabupaten Ende akibat longsor pada Senin 09 Maret 2015 lalu. Demikian Penegasam Germas PMKRI Cabang Ende, Ardianus Pala, Saat berorasi di depan kantor satuan kerja Satker wilayah IV Ende Selasa 17 Maret 2015.

Germas PMKRI mengatakan dugaan kuat adanya konspirasi yang melibatkan CV Agogo Golden Group dengan Satker IV terkait pengerjaan proyek jalan di KM 17 yang tidak berkualitas sehingga berdampak pada rusaknya jalan akibat longsoran yang menyebabkan jalan trans flores putus total.

Semenaara itu Ketua PMKRI, Dominikus Dima pada kesempatan itu menjelaskan suplay pos anggaran APBN sebesar Rp 19 miliar bukanlah anggaran yang sedikit, namun penyelesaian proyek yang dikerjakan oleh CV Agogo Golden Group sebagai Satu – satunya CV yang dipercayakan oleh koordinator satker wilayah IV dinilai telah merugikan masyarakat kebanyakan.

Menurutnya, longsoran terjadi bukanlah murni bencana alam tetapi akibat dari pengerjaan yang tidak ramah lingkungan  dengan menggunakan BOM tebing sehingga dapat merusak struktur tebing gunung yang menyebabkan rongga tebing , berdampak terjadinya longsor.

“ Kami menilai pengerjaan proyek yang asal jadi sehingga jalan yang di kerjakan tidak bertahan lama membuat longsoran terjadi yang mengakibatkan jalan putus total,” katanya.

Ia menambahkan, lemahnya fungsi control dan pengawasan oleh pihak – pihak terkait mengakibatkan pengerjan proyek terkesan tidak sesuai dengan aturan teknis pengerjaan jalan Negara.

Sekjen PMKRI Cab. Ende, Yohakim Seke pada kesempatan itu mengatakan putusnya jalan akibat longsor beberapa waktu yang lalu mengakibatkan terhambatnya arus transformasi barang dan jasa di kabupaten ende, harga sembako mengalami kenaikan secara drastis akibat terhambatnya arus masuk keluarnya pasokan barang dan hubungan sosial ekonomi masyarakat yang tidak harmonis karena terhambatnya perjalanan komunikasi sosial.

Kepala SATKER IV, Leo Sigit di tempat longsoran km 17 Ende mengatakan proses pengerjaan yang sudah di lakukan selama seminggu ini bukanlah hal yang mudah dan pengerjaan tidak dapat secepatnya untuk diselesaikan. “Kita sama – sama menyaksikan begitu sulitnya para operator melakukan penggusuran untuk mengangkat tumpukan batuan longsor dalam membuka kembali jalan yang tertutupi longsor. Ungkapnya saat di temui wartawan.

Leo sigit menjelaskan proses pengerjaan jalan ini akan dilakukan selama 24 jam setiap hari, sehingga dapat mempermudah pejalan kaki dan kendaraan roda dua untuk menyebrang.(*Rian)