Prioritaskan Listrik di Daerah Pinggiran

ZONA LINE NEWS- ATAMBUA- Kebutuhan akan infrastruktur peneragan listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok yang sangat mendesak, khususnya di daerah-daerah pinggiran yang belum tersentuh. Karenanya, pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat akan memenuhi kebutuhan warga akan listrik dari waktu ke waktu.

Peresmian PLTS terpusat 10 KWp di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu,

Peresmian PLTS terpusat 10 KWp di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu,

Demikian disampaikan Penjabat Bupati Belu Wilhelmus Foni dalam sambutannya ketika meresmikan PLTS terpusat 10 KWp di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, akhir pekan kemarin.

Foni mengungkapkan salah satu kesejahteraan masyarakat yang harus didorong dari waktu ke waktu adalah kebutuhan akan listrik sehingga pemerintah bertekad memenuhi tuntutan warga tersebut.

“Jika jaringan listrik konvensional dari PLN belum jangkau semua daerah di pinggiran, PLTS jadi salah satu alternatif cepat untuk penuhi kebutuhan warga. Inilah sebabnya, pemerintah gelontorkan dana untuk adakan tenaga surya,” ujarnya.

“PLTS yang baru saja diresmikan ini telan biaya sebesar Rp 2 miliar lebih sehingga harus dijaga dengan baik. Saya minta kepala desa dan petugas teknis supaya manfaatkan dan rawat PLTS ini dengan baik,” ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPRD NTT Alexander Ena menyebutkan PLTS saat ini sudah menjadi program andalan pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memenuhi permiintaan warga akan listrik, terutama yang berada di pelosok-pelosok yang belum terjangkau.

Menurutnya, PLTS menjadi pilihan tepat dan murah untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah-daerah pinggiran sehingga anak-anak di desa bisa memanfaatkannya untuk belajar. Selain itu, warga juga bisa memaksimalkannya untuk memacu produktivitas di bidang ekonomi mikro.

“Saya minta warga supaya pelihara PLTS secara baik. Jangan pernah rusakkan karena manfaatnya untuk kepentingan banyak orang,” ucapnya.

Sementara itu, Kadistamben Belu Anton Suri mengatakan kebutuhan warga akan listrik sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak sehingga perlu sumber daya alam (SDA) yang ada perlu dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik.

“Inilah sebabnya, pemerintah adakan PLTS terpusat di desa ini (Lawalutolus). PLTS ini miliki kekuatan 220 WH dengan jarak tempuh 2 Km untuk 98 rumah. PLTS ini juga jangkau dua desa Kecamatan Raimanuk, yaitu Desa Mandeu sebanyak 14 KK dan Duakoran 16 KK, sedangkan sisanya ada di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat,” rincinya.

Suri menyebutkan saat ini sudah terdapat 2500 PLTS yang tersebar di Kabupaten Belu, yang sudah dimanfaatkan. Selain itu juga, terdapat pembangkit listrik lainnya yang sudah dimanfaatkan, yakni dua unit mikrohidro, sembilan unit PLTS terpusat, satu unit tenaga hibrid dan satu unit tenaga bayu.

Untuk diketahui dalam acara peresmian PLTS terpusat di Desa Lawalutolus, turut dihadiri dua anggota Komisi IV DPRD NTT, yaitu Agustinus Bria Seran dan Jeffrey Un Banunaek, Dandim 1605/Belu Letkol (Inf) Hendri Wijaya, Kadis PU Belu Maria Kornelia Eda Fahik, sejumlah anggota Komisi III DPRD Belu di antaranya Agustino Pinto, Ida Ayu Putu Tantri, Januaria Hilaria Bone, Manuel do Carmo dan Martina Kolo Hale. (*Devv)