PT BUMI FLORES INDAH, Diduga Acuhkan Keluhan Warga

ZONALINENEWS- KUPANG,– Aktivitas pembuatan fiber  yang dikerjakan oleh PT. Bumi Flores Indah, di Kelurahan Kelapa Lima berdampak pada warga RT. 08. RW. 03 Kelurahan Oesapa Barat, hingga kini terus berjalan. Ironisnya, aktivitas tersebut sudah mendapat kecaman dari warga setempat bahkan surat teguran dari anggota DPRD Kota Kupang untuk menghentikan sementara aktivitas tersebut.

Tempat perbuatan kapal yang dikeluhkan warga PT. BUMI FLORES INDAH

Tempat perbuatan kapal yang dikeluhkan warga PT. BUMI FLORES INDAH

Salah satu warga yang tidak mau namanya dipublikasikan, Rabu 4 Maret 2015, mengatakan, hingga saat ini aktivitas pembuatan fiber masih terus berjalan. Pada hal, akibat aktivitas tersebut, warga yang bermukim disekitar areal proyek tersebut terkena dampak gatal-gatal.  Bahkan warga mengaku sudah mengadukan persoalan itu ke DPRD Kota Kupang dan PT tersebut sudah diberikan surat teguran untuk menghentikan aktivitasnya.

Dirinya pun mengaku, debu dari pabrik tersebut bisa berpengaruh pada mata. Selain itu,  banyak ternak ayam potong piaraannya banyak yang mati terkena dampak dari pabrik pembuatan fiber tersebut.

“Warga banyak yang gatal-gatal bahkan ayam potong saya banyak yang mati dan  sampai saat ini mereka masih terus beraktivitas, pada hal sudah dapat surat teguran dari anggota DPRD,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Oesapa Barat, Fera A. Suek, saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu 4 Maret 2015, membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, daerah pesisir pantai bukan daerah pabrik industri. Sehingga pemerintah kota melalui tim teknis segera meninjau lokasi pabrik tersebut. Karena akibat aktivitas pabrik tersebut sudah berdampak negative  ke warga setempat.

Lanjutnya, letak pabrik tersebut memang terletak di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, tetapi warganya yang terkena dampaknya.

Menurutnya, akibat persoalan ini warganya sudah mengadu persoalan ini ke DPRD. Namun hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

“Warga saya sudah mengadu hal ini ke DPRD dan DPR sudah berjanji untuk menindaklanjuti. Namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti. Buktinya pabrik tersebut masih beroperasi,” ujarnya.

Olehnya dirinya berharap agar Walikota Kupang segera memanggil pemilik PT sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk mendatangi warga yang terkena dampak agar persoalan tersebut segera diatasi. (*amar)