Samana Santa, Tanda Perkabungan Iman Katolik Larantuka

ZONANALINENEWS-LARANTUKA,- Hari Rabu Trewa merupakan hari penutupan Semana Santa. Selain doa dan mengaji di kapela – kapela,pada sore hari diadakan lamentasi ( Ratapan Nabi Yeremia ) di Gereja Katedral. Lamentasi dilakukan menurut ritus Romawi zaman dahulu. Pada saat ini,Larantuka menjadi “ Kota Berkabung, sunyi senyap, tenang, jauh dari ingar – bingar, konsentrasi pada kesucian batin dan kebersihan hidup.

warga larantuka beribadat

warga larantuka beribadat

Pada hari Kamis Putih di “Larantuka yang hening mencekam “ dilakukan kegiatan “ tikam turo “  (menanam tiang – tiang lilin) pada sepanjang jalan raya yang menjadi rute prosesi . Tugas ini dilakikan oleh para mardomu sesuai “ promesa – nya “ ( nasarnya ).

Aktivis pada kapela Tuan Ma berlangsung dengan upacara “ Muda Tuan “, upacara pembukaan peti yang selama satu tahun ditutup,oleh petugas Confreria yang telah diangkat melalui sumpah.Selanjutnya Arca Tuan Ma dibersihkan dan dimandikan kemudian dilengkapi dengan busana perkabungan,sehelai mantel warna hitam,ungu atau beludru biru. Setelah itu kesempatan diberikan kepada umat untuk berdoa,menyembah,bersujud mohon berkat dan rahmat,kiranya permohonannya dikabulkan oleh Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria ; “ Per Marim ad Jesum “.

Pintu kapela Tuan Ma dan Tuan Ana bru dibuka pada pagi pukul 10.00 Wita. Sesuai tradisi Bapak Raja keturunan Diaz Viera Godinho yang membuka pintu kapela. Sesudah dibuka baru dimulai kegiatan pengecupan Tuan Ma dan Tuan Ana ( Cium Tuan ) yang berlangsung dalam suasana hening dan sakral.

Prosesi Jumad Agung merupakan perarakan mengantar jenazah Yesus Kristus yang memaknai Yesus sebagai inti sedangkan bunda Maria adalah pusat perhatian,Bunda yang bersedih,Bunda yang berduka cita ( Mater Dolorosa ).

Padaa hari Jumad pagi sekitar pukul 10.00 ritus Tuan Meninu dari kota Rewido digelar.Setelah berdoa di kapela,Tuan Meninu diarahkan lewat laut dengan cara yang semarak nan sakral.

Prosesi laut melawan arus ini berakhir di Pante Kuce,depan istana raja dan selanjutnya diarahkan untuk ditaktahkan pada armida Tuan Meninu di Pohon Siri. Arcah Tuan Ma dan Tuan An pun diarahkan dari kapela- Nya menuju Gereja Kathedral dilanjutkan dengan Misa Agung, cium Salib.

Pada sore hari pukul 15.00, patung Tuan Missericordia juga diarahkan dari kapela missericordia – Pantai Besar menuju armidanya di Pohon Siri.

Dalam pelaksanaannya,perjalanan prosesi mengelilingi kota Larantuka menyinggahi 8 buah perhantian ( armada ) yakni :Armida Missericordia,Armida Tuan Meninu ( armada kota ),Armida St. Philipus,Armida Tuan Trewa,Armida Pantekebi, Armida St. Antonius,Armida Kuce,Armida Desa Lohayong.

Urutan armada ini menggambarkan keseluruhan kehidupan Yesus Kristus mulai dari Allah-Nya (Missericordia ),kehidupan manusia-Nya dari masa bayi ( Tuan Meninu ),masa remaja ( St. Philipus ) hingga masa penderitaan-Nya sambil meminum dengan tabah dan sabar seluruh isi piala penderitaan sekaligus piala keselamatan umat manusia.

Pada pagi hari umat mengarahkan kembali Tuan Ma dan Tuan Ana dari gereja Katedral untuk disemayamkan di kapelanya masing – masing. Juga patung Tuan Missericordia dan Tuan Meninu diarak dari armada kembali ke kapelanya.

Pada hari minggu berlangsung Ekaristi Paskah di Gereja,sedangkan sorenya umat beragama irmau dan pesadu Confreria menghantar patung Maria Alleluya dari kapela pante kebis ke gereja Katedral untuk disemayamkan selama ekaristi . Selesai perayaan ekaristi,patung Maria Alleluya diarak kembali ke kapela Kebis; Setelah pentakhtaan patung Maria Alleluya,dilakukan upacara “ sera punto dama “ dari para mardomu pintu Tuan Ma dan Tuan Ana yang lama kepada yang baru. Acara “ sera punto dama “ juga dilakukan di Kapela Missericordia Pante Besar setelah mengaji Alleluya selesai.

Semana Santa adalah istilah orang nagi Larantuka mengenai masa puasa 40 hari yang diawali sejak Rabu Abu setiap tahun. Pada hari tersebut umat Katolik menerima abu. Imam melekat abu pada dahi sebagai tanda kefanaan manusia. Mulai hari itu Larantuka diwarnai dengan kegiatan doa bersama (mengaji ) pada kapela – kapela ( tori ) dan dilaksanakan selama pekan – pekan suci.

Doa bersama Semana Santa diawali pada hari Rabu Abu ( permulaan masa puasa ) sampai dengan hari Rabu Trewa. Orang nagi Larantuka memaknai masa Semana Santa sebagai masa permenungan,tapa,silih dosa dan tobat. Doa yang didaraskan,maupaun lagu yang dinyanyikan selama masa ini menggunakan bahasa Portugis / Latin. (Atakey)