Sita Gerobak Pedagang, Seorang Ibu Pingsan dilarikan ke RSUD Bajawa

ZONALINENEWS-NGADA,-Diberitakan sebelumnya Pemda Ngada kembali turunkan Tim Gabungan TNI Polri melakukan pengosongan Pasar Inpres Bajawa 25 Maret 2015. Usai mengosongkan para padagang, regu Satpol PP Ngada bersama Tim Gabungan terus berjaga-jaga di sekitar Pasar Inpres. Meski sempat melakukan perlawanan namun para pedagang yang rata-rata kaum ibu (wanita) akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan Pasar Inpres Bajawa. Sebagian besar mereka terpaksa menganggur di rumah-rumah mereka, tidak lagi melakukan aktifitas berdagang seperti biasa.

Pedagang, Siti Sofia

Pedagang, Siti Sofia

Dihimpun wartawan media ini 26 Maret 2015, seorang pedagang wanita paruh baya mengalami beberapa luka gesekan pada beberapa jari tangan hingga berujung jatuh pingsan akibat gesekan tarik menarik dagangan dengan sejumlah anggota Satpol PP Ngada yang berusaha merampas barang dagangan milik pedagang dalam aksi penyisiran pedagang di tengah kota Bajawa 26 Maret 2015.

Pedagang Tahu, Maria Kasi

Pedagang Tahu, Maria Kasi

Korban Siti Sofia pedagang sayuran asal Nangapenda Ende yang sudah menetap di Kabupaten Ngada sejak tahun 1990 beralamat Keluarahan Tanalodu Bajawa, terpaksa dilarikan ke UGD Rumah Sakit Bajawa, 26 Maret 2015 sekitar Pukul 7.30 wita (malam) usai gerobak dagangannya yang diparkir di depan halaman rumah diambil paksa pada malam hari oleh regu periksa Satpol PP Ngada.

Berdasarkan kesaksian anak kandung korban Deddy kepada wartawan media ini di ruang UGD RSUD Bajawa, diterangkan Ibunya dilarikan ke rumah sakit Bajawa setelah jatuh pingsan usai mengejar Anggota Satpol PP yang membawa pergi secara diam-diam gerobak jualan sayur ibunya (korban) yang diparkir di halaman rumah Lipus Bala kota Bajawa.

“Ibu saya pingsan setelah anggota Pol PP ambil malam-malam gerobak sayur milik ibu saya yang diparkir di dalam halaman rumah Om Lipus Bala, ” kata Deddy.

Keterangan ini dibenarkan beberapa pedagang lain yang menyaksikan peristiwa dan ikut menjaga korban di RSUD Bajawa. “Ceriteranya begini Pa, tadi sekitar jam 6.00 wita (malam) pihak Hotel Jhony pesan antar sayur labu ke hotel Jhony. Ibu Siti tidak mempunyai sayur labu tetapi ada teman pedagang lain mempunyai sayur labu lalu Ibu Siti pergi mengantar sayur labu itu ke Hotel Jhony.

Sekembalinya dari Hotel Jhony dari arah kejauhan Ibu Siti melihat anggota Satpol PP mendorong gerobak miliknya dibawa keluar dari halaman rumah atau tempat gerobak diparkir. Ibu Siti berteriak-teriak meminta jangan dibawa pergi gerobak miliknya sambil mengejar para anggota Satpol yang terus berjalan tidak mempedulikan teriakan korban dan terus mendorong gerobak ibu Siti menuju Pos Jaga Pol PP di Pasar Inpres Bajawa. “ Kami terus mengikuti Ibu Siti dari belakang yang berlari di depan kami mengejar gerobak dagangannya. Ibu Siti (korban) terus berlari mengejar dari belakang sambil menangis dan memanggil-manggil meminta dikembalikan gerobak miliknya. Ibu Siti akhirnya berhasil mendapatkan langkah cepat regu Pol PP dan langsung terjadi tarik-menarik gerobak dengan petugas. Kekuatan seorang wanita berlawanan dengan sejumlah petugas pastinya tidak sebanding. Tangan dan jari-jari Ibu Siti luka berdarah-darah hingga korban peleset jatuh. Anggota Pol PP kembali mendorong gerobak hingga Pasar Inpres Bajawa. Ibu Siti juga bangkit mengejar gerobak miliknya sambil menangis. Peristiwa ini terjadi sekitar Pkl 6.30 wita (malam). Setibanya di Pasar Inpres Bajawa Ibu Siti bertanya-tanya dimana gerobaknya disembunyikan anggota Pol PP. Dia bertanya-tanya tetapi tidak digubris. Tidak lama berselang datanglah seorang anggota Pol PP mendekati Ibu Siti dan mengajak Ibu Siti melihat gerobak dagangannya sambil menyuruh Ibu Siti silahkan ambil pulang gerobak yang diletakan  di samping Pasar Inpres. Ibu Siti mengikuti arahan oknum anggota Satpol PP itu tetapi setelah melihat gerobak dagangannya, Ibu Siti langsung jatuh pingsan. Kami langsung membawanya kesini rumah sakit,”ungkap beberapa ibu pedagang kawan korban di ruangan UDG RSUD Bajawa, 26 Maret 2015, sekitar Pukul 7.30 wita (malam).

Konfirmasi wartawan media ini terkait kondisi korban, Dokter jaga RSUD Bajawa, Doker Albert menyatakan korban baru saja siuman dan pihak medis sudah menangani kondisi korban. Berdasarkan hasil test medis sementara tekanan darah (tensi) 160/100, pihak rumah sakit menganjurkan untuk istirahat.

Selain korban Siti Sofia, hari yang sama 26 Maret 2015 sekitar Pkl.3.00 wita (sore), seorang pedagang Ibu, Maria Kasi warga Kelurahan Lebijaga Bajawa juga mengalami nasib serupa ditindas anggota Satpol PP Ngada ketika korban mampir berteduh hujan di pelataran (emperan) toko Duta Karya Bajawa. Diwawancarai wartawan media ini, Maria Kasi (korban) menuturkan sekitar Pkl 3.00 sore, karena hujan lebat korban berteduh di emperan toko Duta Karya Bajawa. Korban adalah seorang penjual tahu keliling yang sering edarkan tahu keliling.

“Saya pedagang tahu keliling Pa. Karena hujan lebat saya berteduh di emperan toko Duta Karya Bajawa. Saya berdiri disitu sambil menenteng sebuah ember yang di dalamnya berisi tahu setengah mal. Selain ember berisi tahu saya menenteng sebuah tas berisi kacang panjang 4 ikat. Waktu hujan mulai redah munculah segerombolan anggota Pol PP berseragam resmi menuju ke arah saya. Mereka mendekati saya dan langsung bentak-bentak dengan kata-kata ‘jangan kau jualan disini. Saya jawab mereka ’ema saya hanya edar tahu le karena besok juga anak saya ujian sekolah dan dia minta dibelikan beberapa buku, pensil, mistar baru dan sebuah celana panjang sebab ada tugas menari di sekolah. Tetapi anggota Pol PP itu langsung kerumuni saya merampas ember dan tas saya. Mereka merampas dengan kasar sampai tangkai ember patah,  embernya jatuh dan tahu yang di dalamnya tumpah ruah. Mereka juga rampas tas dan payung kecil milik anak saya yang saya pegang. Ember pecah, payung dipatahkan lalu jari-jari tangan saya luka darah-darah,”ungkap Maria Kasi sambil menangis.

Maria (korban) menambahkan, setelah perampasan itu dirinya duduk menangis hingga tidak lama berselang suaminya Alex Wonga tiba di TKP. Melihat suami korban datang, para pelaku (anggota Satpol PP) langsung bergegas menuju Pasar Inpres tempat Pos Jaga di Pasar Inpres Bajawa. Suami korban Alex Wonga kepada wartawan menceriterakan usai mendapatkan isterinya menangis, dirinya laangsung drop dan turut menangis sedih melihat kondisi sang siteri dengan kondisi jari-jari tangan berdarah. Alex langsung membawa isterinya ke kantor Polres Ngada guna mengadu perkara namun setibanya di kantor Polisi pasangan suami isteri ini kembali berunding sebab sang isteri (korban) tiba-tiba berkata ‘untuk apa lapor Polisi, pasti tidak diproses sebab beberapa kasus pedagang lainnya yang dianiaya Pol PP tidak pernah diproses tuntas pihak Polres Ngada.

Pasangan suami isteri ini memutuskan kembali ke emperan pertokoan tempat kejadian perkara hingga akhirnya bertemu wartawan media ini lalu keduanya menceriterakan semua kejadian sambil menangis. (*wrn)