Susteran PRR Asuh 20 Anak Terlantar

Zona Line News, Larantuka- Panti Anak Cacat Pater Damian yang berlokasi di Weri, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) mengasuh lebih dari 20 anak cacat, baik mental maupun fisik dan anak-anak yatim serta ditinggal pergi orang tua (ortu). Anak-anak rata-rata berusia 3 hingga 16 tahun tersebut diasuh oleh para suster Putri Reinha Rosari (PRR) dibawah naungan kasih Yayasan Mgr Gabriel Manek, SVD.

Suster Maria Modesta, PRR

Suster Maria Modesta, PRR

Suster Kepala Pengasuh Panti Anak Cacat Pater Damian-Weri Suster Maria Modesta, PRR, ditemui wartawan di panti itu, kamis 05 Maret pukul 12.00 wita mengatakan anak-anak cacat baik mental maupun fisik dan anak-anak yatim serta ditinggal pergi orang tua yang berada didalam Panti Pater Damian-Weri berasal dari berbagai tempat di Kabupaten Flotim, bahkan ada beberapa berasal dari Kabupaten Sikka.

“Anak-anak panti yang ada di sini berjumlah 20-an orang. Mereka anak dalam panti yang sehari-hari tinggal dalam panti ini. Sedang lainnya, ada yang pulang tinggal di kampung halamannya dan sesekali datang ke panti ini. Jadi bisa sekitar 40-an anak. Mereka berasal dari berbagai tempat di Flotim. Ada juga dari Sikka. Panti ini berdiri sejak tahun 1986,” katanya.

Suster Maria Modesta yang saat itu didampingi 2 suster pengasuh, yakni Suster Maria Avelina, PRR dan Suster Maria Helena, PRR, mengatakan anak-anak Panti Damian tinggal dalam panti mengeyam pendidikan di Sekolah Dasar Inpres Luar Biasa (SDI-LB), SMPLB dan SMALB yang lokasinya berdampingan dengan panti. Anak-anak yang diasuh di Panti Damian rata-rata berusia dari 3 – 16 tahun dan semua mengikuti pendidikan di SLB, kecuali anak-anak balita.

“Kami merawat dan mengasuh mereka dengan kasih yang tulus. Di wajah mereka saya menemukan Yesus Kristus yang sesungguhnya. Saya bahagia, karena diwajah mereka penuh keceriaan. Mereka semua bisa sekolah di sini dan lainnya karena masih balita tetap dalam asuhan kami. Di panti ini, kami 3 suster pengasuh dan 1 orang ibu janda yang membantu kami,” kata Suster Maria Modesta.
Suster Maria Modesta mengatakan, meski pantinya mengasuh juga anak-anak difabel (cacat) tapi fasilitas yang ada masih sangat minim. Fasilitas yang ada semua anak-anak perempuan berada dalam satu ruang dengan beberapa kamar tidur dan anak-anak laki-laki satu kamar dengan beberapa tempat tidur. Sedang ruang makan dan tempat belajar tidak ada sehingga ruang makan dan kamar tidur menjadi tempat belajar anak-anak.

Suster Maria Avelina, PRR dan Suster Maria Helena, PRR, kepada wartawan menambahkan, selama bertugas di Panti Damian semua hal terkait panti diurus oleh para suster dari kongregasi PRR. Meski tidak banyak, namun ada warga Kota Larantuka secara pribadi datang mengunjungi panti dan memberi bantuan. Pemerintah juga memberi bantuan bagi panti.

“Banyak kesulitan yang kami hadapi dalam panti ini seperti kesulitan pelayanan air bersih. Kami punya air PAM dan kami bayar rekening air. Termasuk listrik juga kami bayar rekening sendiri. Ada banyak warga Larantuka secara pribada datang dan memberi bantuan termasuk pemerintah,” katanya.

Disaksikan media ini, anak-anak Panti Damian-Weri sedang makan siang. Mereka duduk berbaris di lorong tengah mengelilingi meja makan. Anak-anak yang berusia lebih tua mengatur dan menyuap adik-adiknya makan. Setelah makan siang, lainnya perlahan masuk kamar tidur dan beristirahat sedang lainnya bermain-main di halaman panti. Keceriaan, canda dan tawa mewarnai wajah anak-anak. Panti Damian merupakan salah satu panti asuhan yang berada dalam wilayah Kota Larantuka.(L1)