Tahapan Pilkada Belu Tunggu PKPU

ZONA LINE NEWS- ATAMBUA-Persiapan tahapan pelaksanaan pemilihan umum Kepala Daerah (pilkada) Kabupaten Belu tahun 2015 masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Pasalnya, tahapan pelaksanaan pilkada yang meliputi jadwal, pencalonan dan pemuktahiran data pemilih harus dilaksanakan berdasarkan aturan yang termuat dalam PKPU. Juru Bicara (Jubir) KPU Belu Elizabeth Botha menyampaikan kepada Media ini di ruang kerjanya, Rabu 11 Maret 2015.

pilkada-1

pilkada-1

Botha menjelaskan penyiapan tahapan pilkada Belu belum bisa dilakukan saat ini karena masih menunggu, peraturan KPU  tentang tahapan/jadwal, pencalonan dan pemuktahiran data pemilih. Ketiga unsur itu sangat penting dan wajib disiapkan berdasarkan aturan yang KPU nanti.

“KPU (Pusat) wajib buat aturan turunan dari Undang-undang (UU) Pilkada setelah disahkan dan diberlakukan nanti. Misalnya, aturan KPU tentang tahapan/jadwal, pencalonan dan pemutakhiran data pemilih mesti ada. Soalnya, aturan ini yang menjadi acuan KPU Belu dalam siapkan pilkada,” terangnya.

Saat ini, menurut Botha, rancangan undang-undang Republik Indonesia (RUU RI) tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang belum disahkan sehingga draf PKPU belum juga ditetapkan menjadi aturan yang sah.

“Kita belum bisa siapkan tahapan pilkada karena UU Pilkada belum disahkan. Soalnya, setiap tahapan pilkada ada aturannya sehingga kita masih tunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat. Kita rencana awal Maret ini, kita kembali lakukan sosialisasi pencalonan,” ungkapnya.

Ketua Divisi Pencalonan KPU Belu Mikhael Nahak juga mengatakan penyiapan tahapan pilkada Belu masih bergantung pada PKPU sehingga pihaknya belum bisa menyiapkan tahapan dan jadwal pelaksanaan pilkada.

“Tapi, kita sarankan agar sebelum gong pilkada ditabuh, para bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah yang berasal dari PNS, Polri, TNI, pejabat BUMN/BUMD siapkan terlebih dahulu pengunduran diri. Dengan begitu, ketika para bakal calon mendaftar diri di KPU, sudah sertakan surat keputusan (SK) pengunduran diri,” ucapnya.

Dikemukakan Nahak, KPU Belu juga sudah meminta rincian jumlah penduduk dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu untuk kepentingan verifikasi bakal calon kepala daerah dari pintu perseorangan.

“Total jumlah penduduk per semester dua yang kita dapat dari Pemkab sebanyak 217.665. Data ini kita gunakan untuk verifikasi para bakal calon dari pintu independen. Para bakal calon dari pintu independen harus kantongi dukungan 10% dari total jumlah penduduk yang,” urainya.

Selain itu, Nahak menyebutkan pihaknya juga akan meminta daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Pemkab Belu untuk kemudian digunakan untuk melakukan pemutakhiran data melalui panitia pemungutan suara (PPS) masing-masing di tingkat desa.

Hasil pantauan wartawan, nama-nama bakal calon kepala daerah yang bakal bertarung dalam pilkada Belu di antaranya dr. Valens Pareira, Wilybrodus Lay, Apolinaris da Silva, Ansel Tallo, Robert Bere Laka, Januaria Awalde Berek, Yohanista Mesak, Anton Suri, Servas Manek, Vincent Loe, Norbert Andrada, dan lainnya. Dari beberapa nama disebut itu, dr. Valens Pareira sudah memiliki gandengan, yaitu Cyprianus Temu, Ketua Komisi I DPRD Belu saat ini. Sedangkan, kandidat lainnya hingga saat ini belum memiliki pasangan. (*David)