Telah Jatuh Tempo Proyek MCK di Bakunase II Tak Rampung

Zonalinenews-Kupang,- Proyek swakelola pengerjaan MCK empat kamar mandi dan empat kamar WC di RT 04 Rw 02 kelurahan bakunase II dengan pagu anggaran sebasar 407.311.666,- hingga kini belum selesai di kerjakan, padahal waktu jatuh tempo selesainya pekerjaan tanggal 15 Desember 2014, namun proyek ini di perpanjang hingga 20 januari 2015 lalu.

Proyek Bakunase II

Proyek Bakunase II

Ketua Swadaya Masyarakat (KSM) Gula Sabu Kelurahan Bakunase II, Israel Heke, ketika di komfirmasi media ini 09 Maret 2015 , tidak berada ditempat dan melalui telepon selulernya menyuruh media ini bertemu langsung dengan kepala tukang, namun kepala tukang, Agus juga tidak berada di tempat ketika ditemui medai ini.

Proyek 2

Proyek 2

Pantauan media ini, beberapa pekerjaan belum rampung diantaranya, Dinamo untuk penyerapan air ke bak tampungan belum dipasang, Gudang dan ruang jaga juga belum 100 persen selesai, Bak tampungan peresapan dari WC dan Kamar Mandi juga belum, disamping bak peresapan dalam penyelasian pekerjaan harus membutuhkan batu kerikil sedangkan yang disediakan batunya cukup besar butuh proses lagi untuk perkecil batu-batu tersebut.

Kepala Dinas PU Kota Kupang, Beny Sain ketika di komfirmasi 09 Maret 2015 mengatakan bahwa ia akan segera memerintahkan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut, karena sejauh ini dana yang dicairkan juga belum 100 persen cair, sisanya masih terdapat di rekening BKM.

 

Berkaitan dengan adanyauang pelicin dana pelicin dari proyek tersebut Beny Sain mengatakan bahwa tolong pengurus BKM klarifikasi dana tersebut.

“kalau mengenai uang 10 juta yang bilang kami (dinas PU), saya minta pengurus BKM tolong klarifikasi, pemberian uang itu diberikan kepada siapa,agar clear persoalan, jangan sampai ada masalah internal di sana,itu imbasnya sampai kesini, ”kata Beny Sain.

Beny meminta pengelolah proyek ini, untuk segera menyelesaikan pengerjaan di bulan maret 2015 ini, dan untuk sanksi atas keterlambatan proyek tersebut , Sain menegaskan untuk program pemberdayaan tidak ada sanksi.

“ini kan program pemberdayaan bukan reguler, karena untuk pekerjaan reguler itu lain, tetapi bukan berarti program pemberdayaan jadi dibiarkan saja begitu, namum sebaliknya harus segera di selesaikan, karena kalau tidak cepat di selesaikan timbul persoalan, jadi saya minta supaya dalam bulan maret ini , segera di selesaikan, ’’kata Beny Sain diruang kerjanya .

Ia menambahkan, untuk program pemberdayaan ini uangnya harus dipakai seefektif dan seefesien mungkin.(*Cris)