Terdakwa Kasus Narkoba Belu Irpan Dituntut Penjara Seumur Hidup

ZONA LINE NEWS- ATAMBUA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam amar tuntutannya terhadap terdakwa, Irpan (25) pria asal Medan, Sumatra Utara, yang membawa narkoba seberat 2,22 kilogram, dituntut penjara seumur hidup.

sidang irpan

sidang irpan

Tuntutan terhadap terdakwa ini karena yang bersangkutan secara sah dan terbukti membawa barang haram itu dan hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memerangi bahaya narkoba di Indonesia,

selama proses persidangan terdakwa juga tidak kooperatif, berbelit-belit. Untuk itu, yang bersangkutan dijerat pasal primier 114 ayat (2) Undang-undang nomor : 35 tahun 2009 dan subsider pasal 112 ayat (2) UU nomor : 2 tahun 2009 tentang narkotika.

Disaksikan Media ini pada sidang tuntutan di ruang sidang Pengadilan Klas IB Atambua, Senin 2 Maret 2015 terdakwa hadir didampingi Penasehat Hukum, Martinus Sobe, S.H. Sidang dipimpin Ketua Majelis, Soesilo, S.H, M.H, didampingi Hakim anggota, Theodora Usfunan, S.H dan Bukti Firmasyah, S.H,M.H, dengan Panitra Pengganti, Yosef Bere Mau, S.H.

Sidang yang berlangsung sejak pukul 9.30 Wita itu, tidak banyak pengunjung. Hanya terlihat beberapa anggota polisi dari Polres Belu yang mengawal terdakwa. Setelah Ketua Majelis membuka sidang, langsung mempersilahkan JPU, Muhamad Rizal, S.H, membacakan berkas tuntutannya.

Sementara terdakwa Irpan, dengan melipat tangan sambil menatap ke kedepan majelis mengikuti seluruh pembacaan berkas tuntutan oleh JPU. Dalam berkas tuntutan JPU, disebutkan bahwa terdakwa, Irpan secara sah dan terbukti membawa narkoba di perbatasan RI-RDTL seberat 2,22 kilogram. Perbuatan terdakwa ini melawan hukum sehingga JPU dalam amar putusan menuntut yang bersangkutan dihukum seumur hidup.

JPU juga meminta semua barang bukti segera dimusnahkan dan biaya perkara dibebankan kepada negara.
“Kepada terdakwa, seturut amar tuntutan, kami tuntut seumur hidup. Terdakwa dalam kasus ini tidak punya niat baik untuk mendukung pemerintah memberantas narkoba, selain itu selama persidangan terdakwa berbelit-belit. Tidak ada pasal yang meringankan terdakwa.

Untuk itu, yang bersangkutan dijerat pasal primier 114 ayat (2) Undang-undang nomor : 35 tahun 2009 dan subsider pasal 112 ayat (2) UU nomor : 2 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar Rizal.

Setelah pembacaan amar tuntutan, Ketua Majelis menanyakan kepada terdakwa maupun penasehat hukum, apakah ada tanggapannya, namun Irpan hanya diam. Ketua majelis menanyakan kepada penasehat hukum, Martinus Sobe dan disampaikan bahwa pembelaan akan dibacakan pada sidang pekan depan. Terhadap jawaban itu, ketua majelis kemudian menskor sidang untuk dilanjutkan sidang pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Diberitakan sebelumnya, tim Bea dan Cukai Pos terpadu Mota’ain, dibantu aparat TNI dan Polres Belu, Jumat 24 Oktober 2014 sekitar pukul 13.00 Wita,  berhasil membekuk  penyelundupan Narkotika dan obat berbahaya seberat  2,22 kilogram di Motaain dari tangan salah seorang kurir, Irpan (26), pria asal Medan, Sumatra Utara.

Irpan membawa barang haram itu dari  RDTL melalui pintu keluar Motaain dengan modus  menyisip butiran-butiran cristal itu pada dinding tas yang dibawanya dengan cara menjahit.(*)