Tersangka Narkoba dilimpahkan ke Kejari Atambua

Zona Line News- ATAMBUA- Aparat Kepolisian Daerah (Polda) NTT menyerahkan empat tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua. Penyerahan ini dilakukan untuk diproses hukum lebih lanjut, terutama demi kepentingan persidangan nanti.

Empat Tersangka Saat tiba di Bandara A.A Bere Tallo Atambua

Empat Tersangka Saat tiba di Bandara A.A Bere Tallo Atambua

Kapolda NTT Brigjend (Pol) Endang Sunjaya menyampaikan hal ini kepada Media ini di Atambua, Kamis 26 Maret 2015

Diutarakan Sunjaya, Polda NTT menyerahkan keempat tersangka narkoba itu ke Kejari Atambua untuk diproses hukum lebih lanjut karena mereka melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini.

“Karena locus delicti-nya di sini, ya kita serahkan para tersangka ini ke Kejari Atambua supaya diproses hukum lebih lanjut. Keempat tersangka ini, salah satunya berkebangsaan Nigeria dan yang lainnya dari Jakarta,” sebut orang nomor satu Polda NTT ini.

Sunjaya mengatakan keempat tersangka itu selama ini menjalani proses hukum di lingkup Polda NTT tapi menjelang persidangan mereka harus diserahkan ke Kejari Atambua sebagai pelimpahan tahap dua.

“Kita akan terus ungkap jaringan narkoba. Khususnya di NTT, kita harus bekerja ekstra untuk jaring mafia narkoba. Itulah sebabnya, pada hari ini (Kamis, 26/3) bertepatan dengan kunjungan kita ke Dili, Timor Leste, kita bawa serta para tersangka narkoba ini ke sini untuk disidangkan nanti,” jelasnya.

“Kita harap dalam persidangan nanti, bisa berjalan lancar dan para tersangka diberikan hukuman berat. Jika perlu, bukan hukuman seumur hidup,” ringkasnya.

Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela juga menegaskan penyerahan para tersangka narkoba itu ke Kejari Atambua merupakan pelimpahan tahap dua, yang dilakukan untuk kepentingan persidangan ke depan.

“Proses sidangnya berlangsung di sini karena locus delicti-nya di sini. Mereka ditangkap karena diduga lakukan transaksi narkoba di sini sehingga harus disidangkan di sini. Mereka waktu itu masuk lewat Motaain. Memang tempat ini (Motaain) seringkali jadi sarana/pintu masuk yang sangat mudah,” ujarnya.

Sebelumnya, Irpan, pria asal Medan, Sumatera Utara yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu sebanyak 2,22 Kg beberapa waktu lalu dijatuhi hukuman kurungan seumur hidup setelah menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Atambua pekan lalu. Irpan terbukti secara sah melakukan penyelundupan narkoba melalui pintu utama perbatasan RI-RDTL Motaain. (*Devv)