Tiga PT Belum Rampung Pasang Meteran di Desa Nginamanu Barat

Zona Line News –Ngada, Masyarakat Desa Nginamanu Barat, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada kecewa dengan kinerja tiga PT yang dipercaya PLN Bajawa untuk pemasangan meteran listrik di rumah-rumah warga. Terkesan PT hanya tuntut uang meteran. Setelah itu, PT terlantarkan warga tanpa jelas kepastian sampai kapan pemasangan meteran itu dilanjutkan lagi. Minggu, 29 Maret 2015) Hal ini diketahui media ini ketika mengkonfirmasi Alfin Maka, seorang tokoh muda  di Desa Nginamanu Barat.

Salah satu rumah warga ize yang sudah dipasang  Instalasi listrik namum  belum punya meteran

Salah satu rumah warga ize yang sudah dipasang Instalasi listrik namum belum punya meteran

Menurutnya, pemasangan meteran di rumah warga secara resmi terjadi sejak 24 Desember 2014. Meski serentak, namun masih banyak rumah warga yang hingga saat ini meteran belum terpasang. Lanjutnya, pemasangan tersebut dilaksanakan oleh tiga PT yakni PT. Bunga Tonda, PT. Rosalina dan satu PT lagi yang ia lupa namaya.

”Satu PT lagi, entahlah PT apa, saya tidak ingat lagi namanya. Pokoknya ada tiga PT yang datang pasang di rumah warga. Tapi, hanya satu PT yang pasti yaitu PT. Bunga Tonda, sedangkan dua PT lain tidak jelas hingga saat ini, ” jelasnya demikian.

Dirinya akui lagi bahwa tiga PT tersebut masing-masing dengan jumlah KK. Setiap KK sudah stor uang masing-masing 1 juta rupiah. Ada juga yang stor uang 5 ratus ribu. Setelah itu, pihak petugas kabur tanpa kepastian. Tambahnya lagi, sebelumnya warga sudah diumumkan petugas bahwa untuk pemasangan meteran setiap warga dikenakan biaya meteran sebesar dua juta lima ratus rupiah. Dari 80 KK ada yang daftar langsung ke petugas masing-masing PT melalui kepala desa. Sedangkan enam KK daftar langsung ke petugas PT Bunga Tonda.

”Saya dan 5 KK lain daftar langsung di petugas PT Bunga Tonda dan kami langsung cek di PLN Bajawa. Apa benar atau tidak. Sedangkan KK yang daftar melalui kepala desa, hingga saat ini meteren belum terpasang. Termasuk kepala desa, Ose Se juga korban”, demikian ulasnya.

Lanjutnya, dari 80 KK, baru enam buah rumah yang sudah dialiri listrik.(*Intan)


TAG