Yuliana Laos Bantah Terima Dana Bansos TTS

MEDIA GROUP – ZONALINENEWS – Kupang , Yuliana Laos salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari So’e terkait kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) tahun 2010 di Pengadilan Tipikor Kupang ,senin 23 maret 2015.

Sidang Dana Bansos TTS

Sidang Dana Bansos TTS

Saksi membantah jika dirinya telah menerima dana bantuan sosial yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS.

Dalam keterangannya,dirinya tidak pernah menerima bantuan sosial dari Pemkab TTS. Namun dalam kuitansi penerimaan itu disebutkan bahwa suaminya yang telah menerima dana tersebut.
Sedangkan suaminya telah meninggal sejak november 2009 lalu sedangkan dalam kuitansi bahwa dana diterima pada tahun 2010 lalu.

“Saya tidak pernah terima dana bansos dari Pemerintah apalagi di tahun 2010 lalu oleh suami saya.Bagaimana mungkin suami saya terima sedangkan suami saya meninggal tanggal 3 november 2009 lalu,”katanya.

Selain itu , tambah sakasi tandatangan yang ada didalam kuitansi sebagai bukti penerimaan dana bantuan sosial (Bansos) bukanlah tandatangan saksi.Saksi mengatakan bahwa tanda tangan itu bukanlah tandatangannya, tandatangan tersebut adalah palsu.

“Itu bukan tandatangan saya,itu palsu.saya tidak pernah terima dana bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah,”tegas saksi.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu dipimpin oleh Majelis Hakim ,Ida Bagus Dwyantara didampingi dua Hakim Anggota yakni Jult Lumban Goal dan Anshyori Saefudin.terdakwa Marthen Tafui didampingi Kuasa Hukumnya , Beny Rafael. Turut hadir JPU ,Gery Gultom.

Selain Yuliana , Dortia Liufeto turut diperiksa sebagai saksi.dalam keterangannya saksi menjelaskan dirinya merupakan anggota paduan suara wanita di Gereja Gemit di So’e. Dimana paduan suara kelompoknya menerima dana bansos sebesar Rp. 5 juta dari mantan Wabup TTS ,Beny Litelnoni.

Namun ketika diperhatikan JPU mengenai bukti penerimaan itu ternyata didalam kwatansi tersebut dana bansos yang diterima saksi untuk kelompoknya hanya sebesar 3,5 juta saja. saksi menjelaskan bahwa dana bansos yang diterimanya itu di buatkan baju untuk kelompok paduan suara yang berjumlah 40 orang, yang akan berangkat ke kefa untuk bernyanyi di salah satu gereja.

“Kelompok paduan suara kami itu hampir 40 orang. Dana yang kami dapat berjumlah Rp 5 juta, uangnya kami pakai untuk beli baju untuk menyanyi di kefa di salah satu gereja,”katanya. (*Sari)